Veronica Koman Terancam Jadi DPO, Komnas HAM Protes
berita
bbc.news
11 September 2019 16:42
Watyutink.com – Posisi terakhir Veronica Koman dinyatakan di Australia. Polisi Australia menyatakan tidak ikut-ikutan menyoal urusan Veronica ini.

Polisi terus mendalami keterlibatan Veronica dalam kasus kerusuhan massa di asrama Papua, Surabaya. Paspor Veronica dinyatakan akan ditarik, alhasil tindakan ini mendapat protes dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM).

Sebab secara hukum penarik paspor memang bisa dilakukan jika tersangkat dijerat dengan hukuman pindana minimal lima tahun penjara. Sementara Veronica masih ditetapkan sebagai tersangka dan belum ditetapkan hukuman.

Veronica ini telah ditetapkan sebagai tersangka atas sejumlah Undang Undang (UU). Diantaranya, UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), KUHP, UU Peraturan Hukum Pidana hingga UU tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Sangkaan ini berdasarkan sejumlah cuitannya terkait dengan peristiwa apa yang disebut "lontaran diskriminatif dan rasial" terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, pertengahan Agustus lalu. Tindakan ini kemudian menyebabkan dirinya berurusan dengan polisi.

Kini polisi sedang memeriksa rekening milik Veronica. Ternyata dia sedang menjalani kuliah sebagai mahasiswa pascasarjana penerima beasiswa di jurusan hukum. Namun, menurut polisi, Veronica dianggap tidak pernah melaporkan aktivitasnya. Rekening lainnya berada di luar negeri dan sedang diperiksa.

Polisi juga menyamapaikan agar Veronica segera menanggapi pemanggilan polisi untuk pemeriksaan hingga batas waktu yang telah ditentukan. Status DPO akan dikeluarkan kepada Veronica apabila melewati batas waktu tersebut.

Sebab sejak ditetapkan sebagai tersangka, Veronica tidak memenuhi panggilan pertama polisi untuk diperiksa lebih lanjut dan malah melarikan diri.

Irjen Luki Hermawan menegaskan, penanganan hukum terhadap Veronica Koman tidak terkait dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) tempat Veronica beraktivitas. Polisi menegaskan agar Veronica datang ke Mapolda Jatim minggu depan.

Polisi juga berharap ada komunikasi antara Veronica agar porses hukum dapat dilanjutkan dan diselesaikan, bukan komunikasi lewat media sosial.

Sebaiknya proses hukum terus dilakukan sesuai prosedur dan tersangka bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya, belum tentu salah seutuhnya.

Tetaplah kritis membaca berita!

(oct)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

M. Rizal Taufikurahman, Dr.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-2)             Perlu Revisi Undang-Undang dan Peningkatan SDM Perikanan di Daerah             Antisipasi Lewat Bauran Kebijakan Fiskal – Moneter             Perkuat Industri Karet, Furnitur, Elektronik Hadapi Resesi             Skala Krisis Mendatang Lebih Besar dari 1998