Ustad Abu Bakar Ba'asyir Ajukan Pembebasan untuk Hindari Penularan Virus Corona
berita
Sumber Foto : kompas.com
09 April 2020 15:13
Watyutink.com – Ustad Abu Bakar Ba’asyir (ABB), terpidana 15 tahun kasus terorisme mengajukan asimilasi atau pembebasan dan hak integerasi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal ini diungkapkan oleh anggota Tim Pengacara Muslim (TPM) Achmad Michdan yang menyebut pihaknya telah mengirimkan surat kepada Jokowi dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham ) Yasonna Laoly.

Saat memberikan keterangan pada Rabu (8/4/2020) Michdan mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah pemerintah membebaskan sekitar 30 ribu narapidana guna mencegah penularan virus corna atau Covid-19. Alasan itu pula yang digunakan TPM untu mengajukan asimilasi atau pembebasan ABB.

Michdan menambahkan, sudah selayaknya ABB mendapat prioritas pembebasan. Pasalnya pimpinan Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah itu telah menjalani lebih dari dua per tiga masa hukuman di Nusakambagan, Cilacap, Jawa Tengah.  Selain itu ABB termasuk dalam katagori narapidana berusia lanjut.

Michdan menyebut saat ini ABB telah berusia 85 tahun. Merujuk pada pdoman dari Centre of Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, virus corona lebih rentan menular pada orang dengan usia lanjut, di atas 65 tahun. Selain itu pelayanan kesehatan di Nusakambangan juga kurang mempuni dan tidak memiliki ruang isolasi.

TPM yang juga beranggotakan Mahedradatta menuturkan, ABB dipenjara bukan karena terbukti terlibat kegiatan terorisme, temasuk bom Bali atau bom manapun. Menurut TMP, ABB menjalani hukuman karena pelanggaran imigrasi. Itulah sebabnya sudah sangat layak ustad sepuh itu dibebaskan dengan alasan kesehatan dan kemanusiaan.

Saatnya pemerintah konsisten dengan ucapannya membebaskan narapidan berusia lanjut!

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF