Unpad dan ITB Keluarkan Tiga Inovasi Alat Tes Covid-19
berita
Foto Istimewa
30 June 2020 13:35
Watyutink.com – Unpad dan ITB konsisten melahirkan inovasi dalam pengetesan virus corona (Covid-19). Ada tiga alat yang tengah dikembangkan oleh kedua kampus ini. Pertama, adalah alat rapid tes berupa antigen detection kit Covid-19 yang disebut Deteksi CePAD.

Sekretaris Pusat Riset Bioteknologi Molekular dan Bioinformatika Unpad Muhammad Yusuf menjelaskan tiga temuan tersebut.

“Pertama, alat tes cepat antigen. Deteksi antibodi itu mempunyai kelebihan, karena dia proses sampling relatif cepat, dan digunakan untuk mendeteksi penyakit sudah menyebar di mana saja. Tapi, ketika rapid test ini digunakan untuk bisa memprediksi atau ketika orang menunjukkan gejala sakit dengan antibodi biasanya akan nonreaktif, karena antibodi belum terbentuk," kata Yusuf dalam jumpa pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (25/6/2020). 

Selain rapid tes, tim Unpad dan ITB juga menciptakan VitPAD-iceless Transport System. Alat Viral Transport Medium (VTM) ini berfungsi agar sampel virus tahan lama dan aman ketika disimpan dan ditransportasikan pada suhu ruang.

Anggota tim dari Fakultas Kedokteran Unpad dan Biokimia ITB, Hesti Lina mengatakan, alat ini lebih baik dari ice box karena sampel yang dibawa tidak harus berada di suhu dingin, tapi mampu berada di suhu ruangan.

"Ini memudahkan transportasi sampel dari pelosok ke laboratorium pemeriksaan," ujarnya.

Kemudian, alat ketiga yang sedang dikembangkan alat GaneshPad kit. Hesti menjelaskan, alat ini merupakan kit ekstraksi lokal yang sudah bisa memisahkan RNA sampel.  Melalui alat ini maka pengalihan sistem sentrifungsi ke sistem pemompaan vakum membuat proses ekstraksi RNA virus tidak lagi membutuhkan biaya cukup mahal.

"Alat ini juga sedang dalam proses validasi dan mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera dirilis," ucap Hesti.

Hesti menyebut, selama ini mayoritas alat yang digunakan untuk melakukan pelacakan penyebaran Covid-19 menggunakan alat rapid dan swab mayoritas didatangkan dari luar negeri. Hesti berharap dengan adanya produk kesehatan ini maka pembelian barang secara impor bisa diminimalisir. 

"Hampir semua masih impor, makanya kami juga mendorong universitas lain untuk membuat berbagai macam alat termasuk VTM tadi," tutur Hesti.

Bagus, dong! Semoga saja teknologi semakin maju dan Covid-19 bisa diusir pergi segera.

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF