Ucapan Assalamu'alaikum Timbulkan Masalah, Kepala BPIP Ingin Ganti dengan Salam Pancasila
berita
Sumber Foto : antaranews.com
21 February 2020 08:45
Watyutink.com - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi kembali membuat pernyataan kontroversial. Setelah sebelumnya mengatakan agama musuh Pancasila dan kitab suci diganti konstitusi, kini Yudian meminta kalimat Assalamu'alaikum diganti dengan Salam Pancasila.

Dalam sebuah wasancara dengan detik.com, Yudian menekankan perlunya pengucapan Salam Pancasila di tempat umum. Hal ini menurutnya sebagai titik temu dari berbagai salam masing-masing agama di Indonesia. Yudian menjelaskan Salam Pancasila sebenarnya sudah ditemukan oleh Yudi Latif, Kepala BPIP sebelumnya.

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menuturkan setidaknya ada lima salam berdasarkan agama di Indonesia. Namun sejak reformasi bergulir, semua orang mengucapkan Assalamu'alaikum tanpa memperdulikan di tempat itu ada orang yang bukan beragama Islam.

Hal ini menurutnya cenderung menimbulkan masalah. Padahal sebelum reformasi orang nyaman dan seringkali mengucapkan salam nasional. Itulah sebabnya, kata Yudian, harus dicari kesepakatan penggunaan salam nasional saat berada atau diacara yang sifatnya umum. Yudian mengatakan, daripada ribut sebaiknya gunakan saja Salam Pancasila.

Sementara itu anggota Komisi VIII DPR RI, Achmad meminta Kepala BPIP tidak membuat pernyataan yang menimbulkan kegaduhan. Assalamu'alaikum menurut Achmad adalah doa keselamatan. Selain itu salam bisa mendekatkan rasa ukuwah islamiyah antar sesama muslim.

Saat berbicara di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2020) Achmad menyebut orang non muslim tidak keberatan mengucap Assalamu'alaikum. Jadi menurutnya hal itu tidak perlu diributkan, apalagi sampai menggantinya dengan Salam Pancasila.

Achmad menegaskan orang tahunya hanya Salam Merdeka dan Salam Pramuka.

Kok sering banget bikin kegaduhan ya, jangan-jangan sengaja untuk pengalihan isu tertentu?

Tetaplah kritis membaca berita!
 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila