Tutup Kantor di Surabaya dan Medan, Bukalapak PHK Ratusan Karyawan
berita
Sumber Foto : cnnindonesia.com
10 September 2019 13:18
Watyutink.com – Perusahaan start up kebanggaan Indonesia, Bukalapak dikabarkan tengah melakukan efisiensi. Akibatnya perusahaan berstatus unicorn itu terpaksa harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawan. Dilansir dari CNBC Indonesia, Selasa (10/9/2019) dilaporkan bahwa karyawan Bukalapak telah beberapa kali mengadakan audiensi dengan pihak manajemen. Belum diketahui hasil dari audiensi tersebut.

Dalam laporannya, disebutkan PHK menimpa sejumlah divisi seperti marketing, customer service, dan engineering. Bahkan divisi engineering dikabarkan mengalami PHK dengan jumlah yang terbesar. Selain PHK, Bukalapak dikabarkan juga telah menutup kantornya di Surabaya dan Medan.

Sementara itu Head of Corporate Communication Bukalapak, Intan Wibisono belum bisa dikonfirmasi terkait kabar ini. Hal serupa dengan Presiden Bukalapak, Fajrin Rasyid yang juga belum bisa dihubungi.

Bukalapak selama ini dikenal sebagai situs market place e-commerce yang cukup banyak digemari. Dalam perkembangannya, perusahaan yang didirikan oleh Achmad Zaky pada 2010 ini terus menunjukkan perkembangan yang cukup pesat.  Hal itu mengundang beberapa investor masuk. Tercatat beberapa investor seperti Ant Financial, Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund, GIC dan Grup Emtek ikut menyuntikkan modalnya.

Menurut CB Insights, valuasi Bukalapak mencapai US$1 miliar. Pemegang saham utama Bukalapak adalah Kreatif Media Karya (KMK) dengan kepemilikan saham sebesar 35,17%. Sebesar 99,99% saham KMK dimiliki oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK).

Hal itu menjadikan Bukalapak sebagai startup unicorn keempat yang dimiliki Indonesia. Unicorn adalah sebutan untuk startup digital kapitalisasi pasarnya sudah mencapai minimal USD 1 miliar.

Wah, unicorn kebanggan Indonesia sedang mengalami masalah!

Tetaplah kritis membaca berita!

(cp)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)