Tidak Ada Abuse of Power, Moeldoko Sebut Kasus Novel Bukan Pelanggaran HAM
berita
Sumber Foto : viva.co.id
11 January 2019 16:45
Watyutink.com – Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko mengatakan kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan bukanlah bentuk pelanggaran Hak Azasi Manusai (HAM). Moeldoko mengatakan sebuah kasus bisa dikatakan pelanggaran HAM jika terjadi abuse of power dan genocide.

Moeldoko menjelaskan abuse of power adalah kebijakan yang melekat pada negara. Oleh karena itu mantan Panglima TNI ini juga menolak anggapan yang menyebutkan kasus Novel terkait dengan pemerintah. Ia menegaskan tidak ada kaitannya kasus Novel dengan pemerintah.

Moeldoko menyebut kasus Novel adalah kriminal murni. Oleh karena itu Polri saat ini sedang berusaha keras mengusut kasus tersebut. Meski hingga kini kasus ini belum juga menunjukkan titik terang. Padahal kasus penyiraman air keras itu terjadi lebih dari satu tahun yang lalu.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amien ini memperkirakan kasus Novel Baswedan akan menjadi salah satu topik yang dipertanyakan saat debat Pilpres 2019 pada 17 Januari 2019. Ia menambahkan tidak ada persiapan khusus yang dilakukan Jokowi. Pasalnya semua sudah dikerjakan.

Moeldoko memastikan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin siap menghadapi debat Pilpres 2019.

Kalau memang kasus kriminal murni kok sampai sekarang nggak bisa terungkap, sudah lama banget lho pak!

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Enny Sri Hartati, Dr.

Direktur Institute for Development of Economics & Finance (INDEF)

FOLLOW US

Gelombang Spekulasi Politik             Demokrasi Tanpa Jiwa Demokrat             Rekonsiliasi Sulit Terjadi Sebelum 22 Mei             Industri Manufaktur Memperkokoh Internal Perekonomian             Dibutuhkan Political Will, Bukan Regulasi             Kasus Makar Bernuansa Politis             Pasal Makar Ancam Demokrasi             PMDN Ada Peluang, Tetapi Konsumsi Melambat             Dari Sistem Pemilu Hingga Politik Uang             Perlu Perubahan Revolusioner