Tertibkan Pungli, Bupati Lumajang Diancam Dibunuh
berita
Sumber Foto: cnnindonesia.com
17 June 2021 12:34
Watyutink.com –  Bupati Lumajang, Jawa Timur Thoriqul Haq mengaku mendapat ancaman pembunuhan setelah dia menertibkan pelaku pemungutan liar alias pungli di sektor pertambangan pasir. Ancaman tersebut disampaikan melalui pesan WhatsApp dari nomor yang tidak bisa Thoriq identifikasi.

"Diancam saya dibunuh," kata Thoriq dalam acara Mata Najwa di Trans 7, Rabu (16/6/2021).

Salah satu yang membuat Thoriq khawatir adalah ancaman terhadap keluarga dan anaknya. Saat itu, anak pertama Thoriq sedang bersekolah di Surabaya sementara dirinya di Lumajang. "Mereka sampai memfoto sekolah anak saya," kata Thoriq.

Kebijakan itu, kata Thoriq, mulai berlaku sejak 2005 silam dan telah disengketakan di pengadilan. Pemkab Lumajang dinyatakan bersalah. Namun, MoU tetap berjalan. "Tapi penarikan jasa timbangannya terus berlangsung," ujar Thoriq.

Untuk itu, pihaknya lantas melakukan sidak dan mendapati surat-surat palsu berkop Dinas Pengelola Keuangan Pemkab Lumajang. "Nah ini atas nama pemerintah, atas nama kabupaten tapi mereka yang cetak," kata Thoriq geram.

Menurut Thoriq, dari MoU itu, Pemkab Lumajang hanya mendapatkan pemasukan Rp1,5 miliar per tahun. Namun, pihak swasta yang melakukan pungli tersebut bisa mengantongi uang Rp3 miliar per bulan.

"Saya hitung asumsinya begini, Rp150 ribu setiap trek, kalo setiap hari treknya itu 700 x 30 ya sudah rata-rata Rp3 miliar," jelas Thoriq.

Kasus lain yang Thoriq ungkap adalah pungli di sektor Surat Keterangan Asal Barang (SKAB). Tiap truk, kata Thoriq, pemerintah mematok biaya Rp25 ribu. "Tapi di masyarakat di lokasi pertambangan itu bisa Rp60 ribu bisa Rp100 ribu bisa Rp120 ribu satu SKAB," jelas Thoriq.

Hm, susah sih kalau begini. Diperlukan komunikasi yang bagus, karena tidak semua orang/pihak bisa menerima perubahan meskipun itu baik, kadang harus pelan-pelan.

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF