Takut Investor Kabur, Luhut Minta Publik Tidak Usik Kehadiran TKA China
berita
Sumber Foto : kompas.com
12 May 2021 14:00
Watyutink.com - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhuy Binsar Pandjaitan memperingatkan berbagai pihak tidak megusik kehadiran ratusam Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China. Pasal para TKA China itu datang ke Indonesia untuk mengerjakan berbagai proyek strategis nasional (PSN). Luhut juga meminta kehadiran ratusan warga negara e (WNA) asal China berstatus pekerja itu tidak dipermasalahkan. 

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves), Jodi Mahardi yang memberikan keterangan atas nama Luhut, Sabtu 8 Mei 2021 menyatakan banyak PSN di Indonesia yang investornya dari China. Sehingga wajar jika menggunakan pekerja yang juga berasal dari negeri Tirai Bambu itu. 

Jodi mengatakan jika terus diganggu atau diusik, investor asal China bisa kabur. Itulah sebabnya Jodi meminta kedatangan ratusan pekerja asal China tidak dipermasalahkan dan dikaitkan dengan urusan politik. Jodi mengingatkan, Indonesia akan menyesal jika investor benar-benar kabur atau hengkang.

Jodi menjelaskan penempatan TKA China sudah disesuaikan dengan kebutuhan pengerjaan PSN. Hal itu juga sesuai dengan  investor proyek itu sendiri. Jodi memisalkan,  ada PSN yang investornya dari China, maka pekerja yang digunakan juga dari China. Selain itu TKA yang digunakan juga sesuai dengan kemampuan dan ketrampilan yang dibutuhkan untuk penyelesaian proyeknya. 

Jodi pun menyinggung beberapa proyek milik Indonesia di luar negeri yang juga tenaga kerja asal Indonesia. Menurutnya yang terpenting pengerjaan proyek tersebut juga menyertakan pekerja lokal. Hal itu sesuai peraturan yang berlaku.

Sementara itu Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengkiritk kedatangan ratusan TKA China. Menurut Said, kondisi ini terjadi sebagai dampak pelaksanaan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Saat memberikan keterangan, Selasa 10 Mei 2021, Said menyatakan aturan dalam UU Ciptaker memang memberikan kemudahan TKA China masuk Indonesia. 

Padahal menurut Said, rakyat Indonesia saat ini justru lebih membutuhkan pekerjaan. Terlebih banyak pekerja yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19. 

Said juga menyayangkan sikap pemerintah yang mengizinkan WNA China masuk Indonesia. Padahal disaat bersamaan masyarakat dilarang mudik dengan dalih mencegah penularan Covid-19. Hal ini menurut Said telah memunculkan rasa keadilan dan kebangsaan. Disaat kaum buruh mengalami kesusahan TKA China dan India justru lenggang kangkung masuk Indonesia. 

Said mengibaratkan, TKA China diberi karpet merah dan disambut dengan gegap gempita, tenaga kerja lokal justru diberi jalan becek dan berlumpur. 
 
Tenaga kerja lokal hanya jadi penonton di negaranya sendiri, miris! 

Tetaplah kritis membaca berita! 

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF