Tak Sesuai Aturan, Pemprov DKI Jakarta Tolak 2.000 Pengajuan SKIM dengan Alasan Reunian dan Silaturahmi
berita
Sumber Foto: tribunnews.com
25 May 2020 16:30
Watyutink.com - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Pemprov DKI Jakarta, Benni Aguscandra mengatakan pihaknya telah menerima 5.247 pengajuan permohonan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Dari jumlah tersebut, hanya 3.493 permohonan yang dikabulkan. Sedangkan sisanya menurut Benni terpaksa ditolak.

Saat memberikan keterangan tertulis pada Senin (25/5/2020) Benni menyebut 66,6 persen pengajuan SIKM terpaksa ditolak lantaran tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Salah satunya terkait alasan mengajukan SIKM. Benni menjelaskan banyak pemohon menggunakan dalih halal bi halal, silaturahmi hingga reuni sebagai alasan pengajuan SIKM untuk pergi ke luar Jakarta.

Benni menjelaskan pengajuan SIKM harus sesuai dengan ketentuan, seperti pemohon harus berkartu tanda penduduk (KTP) Jabodetabek. Selain itu kepergian ke luar daerah harus terkait dengan aktivitas usaha sesuai dengan 11 sektor yang diizinkan beroperasi selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Benni menyarankan masyarakat yang tidak memiliki kepentingan penting dan mendesak agar tetap berada di rumah. Sesuai protokol kesehatan, sebaiknya masyarakat tidak bepergian ke luar kota. Hal ini menurut Benni guna mencegah penularan virua corona semakin meluas.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan kewajiban masyarakat yang ingin bepergian ke luar Jabodetabek mengantongi SIKM. Pengajuan permohonan SIKM bisa dilakukan secara online melalui laman corona.jakarta.go.id dengan menyertakan beberapa persyaratan.

Kewajiban memiliki SIKM juga berlaku bagi warga yang ingin masuk ibu kota. Pengajuannya juga melalui laman yang sama. Bila semua persyaratan telah dipenuhi, DPMPTSP akan menerbitkan SIKM secara elektronik dalam bentuk QR-code.

Emang bisa dipastikan pak, 3.000 lebih orang itu  perjalanan dinas semua?

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF