Tak Dapat Kontrak Gas, 2023 Produksi PT Pupuk Iskandar Muda dan Pusri Berhenti
berita
Sumber Foto : cnbcindonesia.com
08 December 2019 15:35
Watyutink.com - Direktur PT Pupuk Indonesia Holding Company, Aas Asikin Indat mengatakan kondisi industri pupuk di Indonesia masuk dalam tahap mengkhawatirkan. Pasalnya hingga kini belum ada kepastian kontrak gas untuk masa depan. Padahal kontrak gas yang ada bakal berakhir pada 2021 dan 2022 atau dua tahun mendatang. 

Berbicara saat mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (6/12/2019) Asikin menuturkan kebutuhan gas bagi pabrik pupuk sangat penting. Itulah sebabnya industri pupuk memerlukan kepastian ketersediaan gas untuk jangka panjang. 

Di lain pihak, menurut Asikin harga gas masih terlalu mahal. Harga gas menempati 70 persen dari biaya produksi. Akibatnya mahalnya harga gas sangat berpengaruh pada harga pupuk. 

Asikin menjelaskan tingginya harga gas sangat berdampak pada produksi pupuk di Tanah Air. Ia contohkan Pupuk Iskandar Muda, Aceh yang memiliki dua pabrik baru.  Alokasi kepastian gas hanya 30 MMSCFD. Padahal kebutuhannya mencapai 110 MMSCFD. Jika belum ada kepastian, pada 2020 pabrik pupuk Iskandar Muds tidak bisa beroperasi. 

Hal serupa dialami PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) Palembang yang kepastian kontrak gas hanya sampai tahun 2023. Jika gasnya belum ada, kemungkinan pada 2024 pabrik Pusri di Palembang semua akan berhenti berproduksi.  

Hadir dalam rapat dengar pendapat tersebut Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), BPH Migas, dan Kementerian ESDM. 

Terbuka peluang membuka kran impor pupuk nih.

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)