Surat Pemberian Bantuan Pembelian Mobil Anggota DPR Beredar, Sekjen Pastikan Ditunda
berita
Gedung DPR MPR
09 April 2020 12:52
Watyutink.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indra Iskandar mengatakan memastikan pihaknya telah menunda rencana pemberian uang muka pembelian mobil bagi anggota DPR. Saat memberikan keterangan pada Rabu (8/4/2020) Indra menjelaskan sejatinya rencana pencairan bantuan uang muka pembelian mobil bagi anggota dewan akan cair pada Selasa (7/4/2020).

Indra menjelaskan penundaan ini lantaran anggarannya dialihkan untuk penanganan virus corona atau Covid-19. Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2020 yang mengatur tentang pemangkasan anggaran belanja kementerian dan lembaga negara, termasuk DPR.

Indra menambahkan, semula negara menyiapkan anggaran untuk bantuan uang muka pembelian mobil bagi anggota DPR tahun 2020 sebesar Rp5,118 triliun. Namun setelah dilakukan penghematan sebesar Rp220 miliar, anggarannya dipangkas menjadi Rp4,897 triliun.  

Sebelumnya beredar Surat Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI tentang pemberian bantuan uang muka pembelian kendaraan pribadi bagi anggota DPR. Bantuan tersebut direncanakan senilai masing-masing Rp116.650.000. Pemberian bantuan uang muka tersebut disampaikan dalam surat dengan Nomor SJ/4824/Setjen dan BK DPR RI/PK.02/4/2020 tertanggal 6 April 2020.

Dalam surat berkop surat Sekretariat Jenderal dan Bandan Keahlian DPR RI tertulis, "Sehubungan dengan itu, maka yang terhormat Bapak/Ibu anggota DPR RI, yang dilantik tanggal 1 Oktober 2019 akan dibayarkan uang muka untuk pembelian kendaraan perorangan sebesar Rp116.650.000 dipotong pajak penghasilan 15 persen dan akan ditransfer langsung melalui rekening Bank Mandiri anggota DPR pada 7 April 2020." Pada surat tersebut tertera tanda tangan Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar.

Anggota DPR sudah dapat gaji besar, nggak usahlah dibantu untuk beli mobil. Rakyat lebih perlu bantuan!

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF