Sudah Melebih Tenggat Waktu, Perubahan Visi Misi Prabowo-Sandiaga Ditolak
berita
Sumber Foto : nasional.kompas.com
11 January 2019 14:25
Watyutink.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan mengatakan pihaknya telah menolak perubahan visi misi yang diajukan pasangan capres cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Wahyu menjelaskan dokumen visi misi dan program pasangan calon merupakan bagian yang terpisahkan dari dokumen pencalonan kandidat.

Dokumen tersebut menurut Wahyu sudah diserahkan pada Agustus 2018 dan sudah diberikan tenggat waktu jika ingin direvisi atau diubah. Terlebih visi misi kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden telah disebarluaskan melalui situs resmi KPU.

Wahyu menegaskan meskipun tidak bisa megubah visi misi, namun pasangan nomor urut 02 tetap dapat mengkomunkiasikannya kepada masyarakat. Pasalnya kedua pasangan tetap berhak menyampakan ide dan gagasan baru kepada masyarakat.

Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merevisi dokumen visi misi jelang penyelenggaran debat perdana Pilpres pada 17 Januari 2019. Semula visi misi pasangan Prabowo-Sandiaga berjudul "Adil Makmur Bersama Prabowo-Sandi" direvisi menjadi "Indonesia Menang".

Dokumen visi misi pasangan nomor urut 02 hanya 14 halaman ditambah menjadi 45 halaman. Selain itu ada beberapa kalimat yang diubah, seperti kalimat yang semula berbunyi “Terwujudnya Bangsa dan Negara Indonesia yang adil, Republik makmur, bermartabat, relijius, berdaulat, berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian nasional yang kuat di bidang budaya serta menjamin kehidupan yang rukun antarwarga negara tanpa memandang suku, agama, ras, latar belakang etnis dan sosial berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945" dipangkas menjadi “Terwujudnya Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang adil, makmur, religius, dan bermartabat dalam bingkai persatuan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945."

Sudah tinggal mendekati hari H kok baru akan diubah sih, kemarin kemana aja?

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Ruang Steril Sopir Bus AKAP Belum Diatur             Susi Cuma Orang Kecil             Wajar Ada Ketidakpuasan Terkait Kinerja KKP             Hidupkan Lagi Direktorat Keselamatan Jalan             Masalah Klasik Pidana Penjara             Pelesiran Setya Novanto, Biasa Itu!             Kinerja Menkumham Benahi Lapas Tidak Memuaskan             Maskapai Asing, Investasi yang Buruk Bagi Ekonomi Nasional              Hilangnya Kompetisi di Pasar Penerbangan Domestik             Masalah pada Inefisiensi dan Pengkonsentrasian Pasar