Sekelompok Orang Lempari Asrama Mahasiswa Papua di Ambon
berita
Sumber Foto : facebook/ Andi Kossay via suara.com
01 December 2020 12:50
Watyutink.com – Sekelompok orang dilaporkan melakukan penyerangan terhadap Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Putuhena, Desa Wayame, Kecamatan Teluk Ambon, Maluku pada Selasa (1/12/2020).

"Penyerangan asrama Papua terjadi pada pukul 03.15 WIT," Kata Natan Wea Mahasiswa Papua, Selasa (1/12/2020).

Natan menduga penyerangan tersebut terkait menjelang 1 Desember tanggal yang disebut aparat pemerintah sebagai hari OPM atau Organisasi Papua Merdeka.

"Asrama dilempari batu sebanyak empat kali, kami juga diusir, dimaki-maki, dibilang bodoh dan juga dibilang binatang," tutur Natan.

Diketahui, pada awalnya Kepala Desa (Kades) Ketua Rukun Tetangga (RT), Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Pattimura dan warga RT 06 bersama aparat TNI dan Polri mendatangi asrama mahasiswa di Jalan Putuhena Kota Ambon Maluku pada pukul 10.15 WIT.

Saat itu, warga melihat mahasiswa Papua mulai berkumpul di asrama menjelang pergantian hari 1 Desember.

Warga yang mencurigai kumpulan orang lantas mendatangi asrama untuk menanyakan apakah ada orang baru yang berencana menginap di asrama.

Warga yang bertemu mahasiswa Papua sempat bersitegang karena mahasiswa menilai warga tak bersikap sopan saat hendak datang bertamu. Warga yang datang langsung mendobrak pintu pagar dan pintu asrama sehingga terjadi perang mulut antara mahasiswa dan warga.

Mahasiswa ketakutan dan menahan diri sementara kondisi di sekitar asrama masih dijaga aparat kepolisian dan TNI dan warga.

Hingga pagi hari pukul 09.36 WIT mereka belum bisa keluar asrama untuk membeli makanan dan air minum karena di luar banyak warga dan aparat yang berjaga-jaga.

Mahasiswa Papua rencananya menggelar aksi damai 1 Desember di kawasan Gong Perdamaian Dunia, Kota Ambon Maluku.

Mereka akan berdemonstrasi terkait dugaan pelanggaran HAM dan Demokrasi sekaligus memperingati tanggal 1 Desember sebagai tanggal momentum kemerdekaan Papua.

Waduh, mau sampai kapan polemik dibiarkan seperti ini?

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR TERPRODUKTIF