Satwa Dilindungi Diselundupkan dari Malaysia, Pelaku Manfaatkan Pelabuhan ‘Tikus”
berita
Sumber Foto : kompas.com
16 December 2019 09:28
Watyutink.com – Polisi Daerah Riau berhasil menggagalkan penyelundupan sejumlah satwa dilindungi dari Malaysia yang rencananya akan dijual di Indonesia, Sabtu (14/12/2019).

Direktur Reserse Kriminal AKBP Andri Setiawan menjelaskan, pihaknya berhasil menangkap Yanto (38) warga Riau karena terbukti telah menyelundupkan empat ekor anak singa, satu ekor leopard anakan, dan 58 ekor kura-kura jenis Indiana Star. Saat diamankan, satwa-satwa dilindungi tersebut ditemukan ada di dalam tiga buah kotak.

Baca Juga

Berdasarkan hasil penyidikan, Yanto mengaku telah dua kali melakukan penyelundupan satwa dilindungi. Yang pertama dilakukan pada Oktober 2019 lalu, ia menyelundupkan satu ekor satwa jenis cheetah. Satwa tersebut dibawa dari Malaysia dan dibawa ke Lampung.

Andri mengatakan, sehari sebelum melakukan penangkapan, pihaknya mendapatkan informasi telah terjadi pengiriman satwa dilindungi dari perairan Malaysia menuju Indonesia melalui perairan di Rupat, Kabupaten Bengkali. Penyelundupan satwa-satwa dilindungi ini melewati pelabuhan tikus. “Informasi yang kami dapat, pelaku menggunakan speed boat menuju pelabuhan tikus yang berada di belakang kantor imigrasi Kota Dumai,” tuturnya.

Setelah dilakukan pengintaian dan pengejaran, jelas Andri, pelaku berhasil dihadang dan di tangkap di kawasan Jalan Riau di Pekanbaru. Akibat perbuatan tersebut, pelaku dijerat dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem, serta Undang-undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan.

Banyaknya pelabuhan tikus yang minim pengawasan membuat aktivitas penyelundupan makin bebas.    

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)