Saham Garuda Anjlok 10,37 Persen Terimbas Kasus Penyelundupan Harley dan Brompton
berita
Sumber foto: Kumparan.com
07 December 2019 11:18
Watyutink.com - Kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda premium Brompton melalui Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia membuat harga saham BUMN tersebut anjlok pada penutupan perdagangan Jumat (6/12/2019).

Pada awal pekan ini, perusahaan berkode saham GIAA itu masih berada di level Rp 540 per lembar. Saham Garuda langsung merosot 15 poin atau 2,7 persen ke level Rp 525 per lembar pada Selasa (3/12), ketika Bea Cukai mengkonfirmasi adanya penumpang VIP Garuda yang membawa barang selundupan melalui pesawat anyar tersebut.

Kemarin, saham perusahaan pelat merah itu berada di Rp 484 per lembar saham, turun 12 poin atau 2,42 persen dari penutupan hari sebelumnya. Ini merupakan level terendah saham Garuda dalam sebulan terakhir.

Jika diakumulasikan sejak awal pekan ini, saham Garuda anjlok 56 poin atau 10,37 persen.

Namun demikian, beberapa analis melihat tren penurunan saham Garuda hanya bersifat sementara. Analis dari Anugerah Mega Investama, Hans Kwee, mengatakan penurunan saham hanya karena investor kaget dengan adanya kasus selundupan mewah yang berujung pada pemecatan Dirut Garuda Ari Askhara.


Bos berbuat yang tak sehat, harga saham sekarat

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)