SIM Bakal Rangkap Jadi Uang Elektronik
berita
antara foto
22 August 2019 16:46
Watyutink.com - Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia  akan menerbitkan Smart SIM (Surat Izin Mengemudi). Kelak Smart SIM ini akan mempunyai fitur e-money berbasis kartu di dalamnya. Peluncuran (soft launching) kartu tersebut sudah dilakukan di kantor pelayanan satuan penyelenggara administrasi (Satpas).

Smart SIM juga berfungsi sebagai alat pembayaran bagi para pemegang kartu tersebut. Polri menggandeng beberapa bank dalam mengembangkan Smart SIM tersebut, yakni Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, dan satu bank swasta.

Vice President Divisi E-channel BNI Fajar Kusuma Nugraha membenarkan hal itu. Namun dijelaskannya, saat ini prosesnya masih piloting, dalam tahap uji coba. "Dalam kerja sama besar antara Polri dan perbankan, menjadikan SIM bisa berfungsi sebagai uang elektronik," katanya, Kamis (22/8/2019).

Dia mengungkapkan, kerja sama antara Polri dan perbankan berupa co-branding uang elektronik. Namun dia belum dapat menjelaskan dengan rinci kerja sama tersebut. Pasalnya, BNI masih memproses permohonan izin kepada Bank Indonesia selaku regulator di bidang sistem pembayaran. "Kami sedang ajukan permohonan ke BI atas bentuk kerja samanya, begitu ada persetujuan akan segera kami launching," lanjutnya.

Saat ini sedikitnya  empat bank menerbitkan uang elektronik yakni Mandiri, BNI, BRI dan Bank Central Asia. Bank Mandiri mempunyai  uang elektronik berbasis kartu (e-money) total sebanyak 18,21 juta per Juni 2019. BNI memiliki BNI TapCash sebanyak 5,01 juta kartu, sementara BRI telah menerbitkan 14,5 juta kartu hingga akhir Juli 2019.

Sudah menjadi tren satu kartu memiliki beberapa fungsi. Namun tetap saja dompet menjadi tebal dipenuhi bermacam-macam kartu.

Tetaplah kritis membaca berita! (sar)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

M. Rizal Taufikurahman, Dr.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-2)             Perlu Revisi Undang-Undang dan Peningkatan SDM Perikanan di Daerah             Antisipasi Lewat Bauran Kebijakan Fiskal – Moneter             Perkuat Industri Karet, Furnitur, Elektronik Hadapi Resesi             Skala Krisis Mendatang Lebih Besar dari 1998