Raja Salman Temui CIA Sebab Eks Staf Twitter Dituduh Intel Saudi
berita
Sumber Foto : cnnindonesia.com
08 November 2019 16:47
Watyutink.com – Salman bin Abdulaziz Al Saud, Raja Arab Saudi bertemu dengan Gina Haspel, Direktur Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) di Riyadh (07/11/2019).

Berdasarkan pemberitaaan media pemerintah, pertemuan itu dilakukan setelah Amerika Serikat (AS) mengadili tiga orang, dua di antaranya mantan karyawan dengan tuduhan menjadi mata-mata untuk Arab Saudi (06/11/2019).

Tak hanya Raja Salman, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat Saudi termasuk Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan dan Kepala Intelijen Khalid al-Humaidan.

Sementara itu, The Washington Post melaporkan bahwa yang terakhir adalah pengkritik Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), penguasa de facto kerajaan.

Hubungan antara dua sekutu erat Washington dan Riyadh sempat tegang usai pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi.

Khashoggi merupakan seorang kolumnis Washington Post yang kerap mengkritik MbS. Ia dinyatakan tewas di dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada Oktober 2018 setelah sempat dinyatakan hilang.

CIA dilaporkan sudah menarik simpulan bahwa MbS terkait dengan pembunuhan jurnalis pengkritik rezim Raja Salman itu. Namun Riyadh membantah keras tuduhan itu.

Di lain sisi, Presiden Donald Trump sendiri tak pernah menuding langsung Pangeran Mohammed, tapi ia sepakat dengan Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki, bahwa upaya apa pun untuk menutupi insiden ini tak bisa dibiarkan.

Secara ekonomi AS dan Arab Saudi berhubungan baik bukan?

Tetaplah kritis membaca berita! (nov)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Defiyan Cori, Dr.

Ekonom Konstitusi

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

FOLLOW US

Figur Menjadi Penting untuk Melaksanakan Dua Peran BUMN             Restrukturisasi, Reorganisasi untuk Efisiensi dan Efektivitas BUMN             Kembalikan Proses Pemilihan Pejabat BUMN kepada Spirit Reformasi             Tidak Pada Tempatnya Meragukan Data BPS             Harus Disadari, Ada Akar Masalah yang Tidak Diselesaikan             Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah