Ragukan Klaim Penurunan Kasus Covid-19, Pakar: karena Jumlah Testing juga Turun
berita
Sumber Foto : cnnindonesia.com
22 July 2021 16:10
Watyutink.com - Klaim pemerintah soal penurunan kasus Covid-19 diragukan berbagai pihak. Terlebih penurunan tersebut dikatakan sebagai keberhasilan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Beberapa pihak menyebut penurunan kasus Covid-19 lebih disebabkan jumlah testing yang berkurang.

Ketua Gerakan Dokter Indonesia Bersatu (DIB) dr Eva Sri Diana Chaniago mengatakan penurunan kasus Covid-19 yang terjadi beberapa hari ini tidak bisa dikatakan sebagai keberhasilan PPKM Darurat. Pernyataan dr Eva tersebut sekaligus menepis klaim keberhasilan yang diucapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dr Eva menilai penurunan kasus disebabkan jumlah testing yang juga menurun. Artinya menurut dr Eva masih banyak orang positif yang belum terdeteksi. Saat memberikan keterangan, Rabu 21 Juli 2021, dr Eva menerangkan testing Covid-19 menurun hingga 68 persen dalam tiga hari terakhir. Pada 17 Juli 2021 jumlah orang yang diperiksa mencapai 188 ribu. Sehari setelahnya turun menjadi 138 ribu. Pada 19 Juli 2021 jumlahnya turun lagi menjado 127 ribu orang.

Epidemiolog Universitas Indonesia Hermawan Saputra mengungkapkan pendapat serupa. Saat berbicara, Senin 19 Juli 2021, Hermawan menuturkan penurunan selama 3 hari bukan karena benar-benar kasusnya turun. Melainkan lantaran spesimen atau testingnya yang rendah.

Hermawan menambahkan, pemerintah sebelumnya menargetkan 400 ribu tes Covid-19 dilakukan setiap hari. Tapi nyatanya jumlah tes jauh dari yang ditargetkan. Padahal dengan kondisi saat ini jumlah tes seharusnya justru ditambah hingga 10 kali lipat. Hal itu penting supaya pemerintah bisa mengetahui kasus yang sesungguhnya.

Epidemiolg dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menilai pemerintahan harus melakukan cara-cara ekstrem guna meningkatkan jumlah testing Covid-19. Kalau perlu menurut Dicky pemerintah agar melakukan tes dengan metode ketok rumah. Cara ini diyakini bisa menaikkan jumlah tes hingga 1 juta per hari.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengakui terdapat sejumlah hal yang memicu penurunan jumlah testing.

Saat memberikan keterangan pers yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa 20 Juli 2021, Wiku menyebut penurunan testing kemungkinan karena bertepatan dengan akhir pekan. Selain itu juga karena adanya delay input yang berasal dari laboratorium ke sistem data.

Wiku memastikan pemerintah betkomitmen meningkatkan kapasitas upaya 3T (testing, tracing, dan treatment). Itulah sebabnya Satgas akan berkoordinasi dan memberikan fasilitas pada pemerintah daerah agar bisa mencapai target masing-masing. Terlebih semuanya sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021.

Jujurlah, jangan ada dusta disaat pandemi!

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF