Rabithah Alawiyah Tegaskan Gembong PKI, DN Aidit Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW
berita
Sumber Foto : portal-islam.id
25 September 2020 16:37
Watyutink.com - Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Zen Umar Smith menegaskan Dipa Nusantara Aidit atau DN Aidit bukan keturunan Arab anggota keluarga atau bani Alawiyyin. Hal ini sekaligus membantah isu yang menyebut gembong Partai Komunis Indonesia (PKI) itu adalah keturunan Arab bermarga Aidid.

Dalam keterangan tertulis yang diterima awak media, Kamis 24 September 2020, pria yang akrab disapa Habib Zen ini mengatakan penjelasan tersebut perlu disampaikan lantaran menyangkut nama baik marga Al Aidid. Terlebih marga tersebut sudah  tersohor dan diabadikan dalam kamus-kamus ensiklopedia.

Marga Al-Aidid sempat tercoreng lantaran dicatut oleh tokoh sentral peristiwa G30S/PKI itu. Akibatnya semua marga Al-Aidid dan Alawiyyin pada umumnya jadi ikut menanggung dampak buruknya. Bahkan jika diruntut ke belakang, hal tersebut menurut Habin Zen bisa berdampak pada nama baik Sayyidina Husain RA sebagai anak cucu Nabi Muhammad SAW.

Habib Zen menjelaskan, DN Aidit bukan  anak cucu Alawiyyin karena silsilah nasabnya tidak ditemukan dalam kitab pegangan yang dijadikan pedoman lembaga nasab yang ada di Indonesia. Berdasarkan penuturan para sesepuh atau pendahulu bani Alawiyyin nasab itu dimulai saat pedagang Arab bermarga Al-Aidid hijrah ke Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Pedagang itu menikah dengan seorang janda penduduk setempat yang telah mempunyai seorang anak bernama Nuh. Lantaran sudah dijadikan anak angkat, Nuh menganggap dirinya keturunan Arab bermarga Al-Aidid. Namun akibat pengaruh budaya lokal, penulisannya berubah menjadi Aidit bukan Aidid. Huruf 'D' di belakang diganti 'T.'

Sampai dewasa, Nuh tetap menambahkan Aidit di belakang namanya menjadi Nuh Aidit. Setelah menikah, Nuh mempunyai anak yang bernama Jakfar. Belakangan, Jakfar bin Nuh dibawa ke Jakarta dan diasuh paman atau adik dari ibunya.

Setelah dewasa, Jakfar turut dalam kegiatan organisasi dan terpengaruh ajaran-ajaran komunis. Akhirnya Jakfar menjadi anggota bahkan ketua PKI. Habib Zen menuturkan, Jakfar pun mengganti namanya dengan Dipa Nusantara Aidit yang merupakan Gembong Komunis di Indonesia.

Gak mungkin dia keturunan Arab, lha wong dia benci banget sama orang Arab.

Tetaplah kritis membaca berita!

 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF