Puan Sebut Keterlibatan TNI dalam Penanggulangan Terorisme Bagian Pertahanan Rakyat Semesta
berita
Sumber Foto : kompas.com
26 October 2020 17:40
Watyutink.com – Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan, keterlibatan TNI dalam penanggulangan terorisme merupakan bagian dari sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishanta).

Hal tersebut dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, kata Puan, juga memberi ruang kerja sama antara TNI dan Polri dalam memerangi terorisme.

"Hal ini juga mencerminkan Sishankamrata berupa integrasi institusi sipil dan militer dalam upaya memberantas terorisme," kata Puan, Senin (26/10/2020).

Puan banyak bicara soal Sishanta sebagai amanat UUD 1945. Menurutnya, Pasal 30 konstitusi menyebut TNI-Polri sebagai kekuatan utama, sedangkan rakyat sebagai kekuatan pendukung.

Sebelumnya, Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menuai kritik, terutama poin pelibatan TNI dalam memerangi terorisme.

Meski begitu, Presiden Joko Widodo tetap menindaklanjuti UU tersebut. Peraturan presiden soal pelibatan TNI dalam pemberantasan terorisme pun sudah mulai dibahas antara pemerintah dan DPR.

Koalisi sipil yang teridiri dari KontraS, Imparsial, Elsam, YLBHI, Amnesti Internasional Indonesia (AII), Indonesia Corruption Watch (ICW), LBH Pers, LBH Masyarakat, dan lainnya menolak pelibatan TNI dalam memerangi terorisme.

Ada beberapa alasan penolakan, seperti TNI tidak tunduk pada peradilan umum dan melenceng dari fungsi TNI saat dibangun sebagai alat pertahanan negara.

Sedangkan dalam aturan saja kita masih sering berbeda pendapat, lalu bagaimana pelaksanaannya?

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF