Prabowo-Sandi Keukeuh Sampaikan Visi Misi yang Telah Diubah
berita
Sumber Foto: detiknews.com
13 January 2019 11:35
Watyutink.com - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Priyo Budi Santoso mengatakan pihaknya akan tetap  menyampaikan visi dan misi yang telah diperbarui baik saat debat Capres 2019 maupun kampanye. Meskipun niatan pasangan nomor urut 02 untuk mengubah visi misi ditolak Komisi Pemilihan Umum (KPU) menurut Priyo pasangan Prabowo-Sandiaga tetap menyuarakannya di depan jutaan massa. 

Priyo menyebut BPN Prabowo-Sandiaga kecewa terhadap keputusan KPU tidak menerima pembaruan visi dan misi yang diajukannya. Terlebih KPU pernah menyatakan masih terbuka kesempatan bagi pasangan calon untuk melakukan pembaruan visi misi jika dikemudian hari ada perkembangan baru. Meski demikian politisi Partai Berkarya ini bersyukur KPU tidak melarang penyampaian visi misi baru saat kampanye. 

Priyo juga membantah tudingan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak konsisten dalam menyusun visi dan misi. Ia menegaskan tidak ada perubahan substansi dalam visi misi pasangan Prabowo-Sandiaga, yang ada hanyalah penyempurnaan dan penjabaran dari visi misi yang sebelumnya diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Tapi ingat ya, jangan berubah lagi!

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Bambang Budiono MS

Pengajar Antropologi Politik Fisip Unair

FOLLOW US

Daerah Perbatasan Harus Outward Looking             Abu Bakar Ba’asyir Digoreng dalam Bungkus Politik             Pemerintah Belum Bisa Disalahkan             Pemerintah Seharusnya Tidak Perlu Terburu-buru             Kapasitas Sumber Daya Lokal yang Menjadi Hambatan             Konglomerasi Media dan Pilpres             Kuatnya Arus Golput: Intropeksi Bagi Parpol             Golput Bagian dari Dinamika Politik             Parpol ke Arah Oligharkhis atau Perubahan?             Melawan Pembajak Demokrasi