Potensi Besar Grab dan Gojek dalam Penerimaan Pajak Negara
berita
Sumber Foto : kabarbisnis.com
19 October 2019 15:20
Gojek dan Grab ternyata menyetor Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Rp4 – Rp5 triliun kepada negara setiap tahun.

Hal itu menandakan besarnya potensi bisnis ekonomi digital yang terus tumbuh membesar di Indonesia. Diprediksi, potensi penerimaan PPN dari kedua aplikasi transportasi online itu sangat luas. Sebab transaksi Grab dan Gojek tidak hanya soal layanan antar jemput penumpang, melainkan juga pengiriman makan, barang, pembelian pulsa, bisnis kecantikan, hingga gaya hidup.

Untuk itu diusulkan agar pemerintah perlu serius melakukan ekstensifikasi dari PPN, antara lain dengan kerjasama Gojek dan Grab dengan pemerintah daerah dan Direktorat Jenderal Pajak terkait data transaksi.

Peran digital platform khususnya dalam konteks PPN disebutkan juga bisa sangat signifikan. Data OECD pada 2019 digital platform bisa berperan sebagai agen pemungutan PPN, agen pengumpul informasi transaski, agen pembayaran pajak, serta agen sosialisasi kepatuhan pajak. (Kontan.co.id, 18/10/2019).

Khusus dalam pemungutan pajak dimungkinkan terutama bagi digital platform yang menjadi intermediary transaksi penyerahan barang dan jasa. Karena mereka mengetahui detail transaksi dan proses pembayaran, serta mereka biasanya memperoleh upah dari transaksi tersebut.

Mumpung masih patuh, sebaiknya diarahkan agar kelak tidak menjadi pengemplang pajak.

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF