Polri Tegaskan Terus Cari Harun Masiku Meski Sudah Setahun Buron
berita

03 March 2021 09:53
Watyitink.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengatakan Polri akan terus berusaha membantu menangkap Harun Masiku. Meskipu. Meskipun politisi PDIP itu sudah satu tahun menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Saat memberikan keterangan di Jakarta, Selasa 2 Maret 2021, Rusdi menegaskan Polri akan selalu membantu melakukan kegiatan-kegiatan penegakan hukum di Indonesia. Rusdi menambahkan hingga saat ini aparat penegak hukum, baik KPK maupun kepolisian masih terus mengejar dan berusaha mencari Harun Masiku. 

Sementara itu Wakil Ketua KPK Alexander Marwata memastikan jajarannya masih terus berusaha mencari pelaku dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) itu. Pria yang akrab disapa Alex itu mengatakan KPK sudah membentuk satuan tugas (Satgas) khusus guna mencari Harun Masiku. Menurut Alex, bukan hanya Harun Masiku yang dicari, satgas juga bertugas mencari sesuatu yang lain. 

Saat berbicara kepada awak media, Selasa, 2 Maret 2021, Alex menambahkan pihaknya sudah melibatkan pihal kepolisian dalam pencarian terhadap Harun Masiku. Nanun hingga saat ini belum membuahkan hasil. Itulah sebabnya Alex mempersilakan masyarakat melapor jika mengetahui keberadaan Harun Masiku.

Alex yakin buronan KPK tersebut masih berada di dalam negeri. Terlebih Harun sudah dicekal sehingga tidak bisa bepergian ke luar negeri. Jika semua sistem berjalan dengan baik, Harun tidak akan bisa ke mana-mana. Kecuali menurut Alex, jika Harun keluar melalui pintu yang tidak terdeteksi, seperti menggunakan perahu.

Seperti diketahui, sudah lebih dari satu tahun Harun Masiku kabur. Kader PDIP itu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR yang melibatkan mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. 

Tersangka lain dalam kasus ini, yakni Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina, dan Saeful Bahri telah divonis bersalah. Wahyu Setiawan divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 4 bulan kurungan. Agustiani Tio Fridelina divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 4 bulan kurungan.

Sedangkan Saeful divonis 1 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp 150 juta subsider 4 bulan kurungan. Kader PDIP ini dinyatakan bersalah memberikan suap kepada Wahyu Setiawan saat menjabat komisioner KPU. 

Kok partainya tidak ikut membantu mencari? 

Tetaplah kritis membaca berita! 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI