Polri: Rizieq Shihab Tidak Sakit Keras
berita
Sumber Foto : tribunnews.tv
25 January 2021 18:00
Watyutink.com – Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono memastiakn bahwa Rizieq Shihab, dalam kondisi sehat selama menjalani masa tahanan di rumah tahanan Bareskrim Polri. Hal itu menyusul isu bohong yang beredar sebelumnya.

"Kondisinya sehat walalfiat. Jadi kalau ada isu-isu sakit keras, segala macam itu bohong," kata Rusdi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/1/2020).

Dia menuturkan bhwa Rizieq selalu mendapatkan pelayanan kesehatan selama mendekam di rutan Bareskrim Polri selama ini.

Terpisah, Kadiv Humas Polri Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono menerangkan bahwa pagi tadi pihak Pusdokkes Polri telah memantau kondisi kesehatan Rizieq. "Sudah diperiksa oleh dokter. Itu oksigen, suhu, kemudian detak jantung, tensi semua normal. Ini fotonya," ucap Argo menerangkan.

Sebelumnya pengacara Rizieq, Aziz Yanuar, menyebut Rizieq mengalami sesak napas meski telah dipindahkan ke rutan Bareskrim dari Polda Metro Jaya. "Benar. Sakit di lambung dan kadang sesak napas," kata Aziz.

Kendati demikian, Aziz menyampaikan pihak keluarga belum berencana mengajukan pembantaran Rizieq. Sebab, pihak keluarga masih diperbolehkan mengirim obat-obatan untuk Rizieq.

Selain itu, Rizieq disebut mendapat perawatan di dalam tahanan. Aziz berkata pihak kepolisian menangani kondisi Rizieq saat ini.

Untuk diketahui, Rizieq ditahan di rutan Narkoba Polda Metro Jaya sejak 13 Desember 2020 terkait kasus kerumunan di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kondisi kesehatan Rizieq dikabarkan menurun sejak awal tahun ini. Pengacara Sugito Atmo Prawiro sempat mengajukan pembantaran demi kesehatan Rizieq.

Isu ini sampai kapan akan selesai? Bukankah semestinya tidak perlu diperbesar lagi?

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI