Polisi yang Hamili Mahasiswi sampai Bunuh Diri Dipecat dan Ditahan di Polda Jatim
berita
Bripda Randy ditahan di Rutan Polda Jatim. Foto : Dok. Polda Jatim
06 December 2021 10:10
Watyutink.com -  Mabes Polri akhirnya mengambil tindakan tegas terhadap Bripda Randy Bagus Hari Sasongko. Anggota Polres Pasuruan Kabupaten, Jawa Timur (Jatim) itu dikenakan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Sanksi pemecatan diambil lantaran Bripda Randy terlibat dalam kasus meninggalnya Novia Widyasari Rahayu akibat bunuh diri.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dalam keterangannya, Minggu 5 Desember 2021 mengatakan PTDH dilakukan sebagai sanksi atas pelanggaran kode etik yang dilakukan Bripda Randy. Selain itu menurut Dedi, Bripda Randy juga akan diproses pidana sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya.

Dedi menambah hal ini sesuai amanat Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang tidak akan tembang pilih dalam menindak anggota Polri yang melakukan pelanggaran. Terlebih jika pelanggaran yang dilakukan tergolong berat seperti tindak pidana.

Mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini menyebut Polri terus berkomitmen akan melakukan tindakan tegas kepada anggota yang terbukti bersalah.

Sementara itu Kabid Humas Polda Jatim
Kombes Pol Gatot Repli Handoko dalam keterangannya Minggu 5 Desember 2021 mengatakan saat ini Bripda Randy sudah ditahan di Rutan Polda Jatim guna menjalani pemeriksaan. Gatot menambahkan saat ini penyidik terus melakukan pendalaman terhadap kasus yang menjadi perhatian publik ini.

Polisi menurut Gatot akan memeriksa beberapa saksi guna menggali sejumlah fakta dari informasi yang beredar. Hal ini guna mengungkap kasus yang menyebabkan Novia meninggal dunia secara mengenaskan. Rencananya penyidik dan Bid Propam juga akan meminta keterangan dari pihak keluarga Novia, seperti ibu dan pamannya.

Sebelumnya diberitakan Polda Jawa Timur (Jatim) telah menangkap Bripda Randy Bagus Hari Sasongko atas dugaan terkait dengan kematian Novia Widyasari Rahayu, warga Kabupaten Mojokerto, Jatim.

Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol. Slamet Hadi Supraptoyo saat konferensi pers di Mapolres Mojokerto, Sabtu 4 Desember 2021 menuturkan pihaknya bekerja cepat  mengumpulkan bukti-bukti. Tim yang dikerahkan untuk mengusut kasus ini juga cukup banyak sehingga polisi bisa segera merilis keterangan kepada publik.

Slamet mengungkapkan kasus ini bermula dari Novia Widyasari ditemukan meninggal dunia karena bunuh diri dengan cara minum racun potasium. Mahasiswi Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang itu meninggal dunia di samping makam ayahnya di Dusun Sugihan, Desa Capak, Kecamatan Suko, Kabupaten Mojokerto.

Kuat dugaan Novia stres dan depresi akibat perlakuan pacarnya yang tak lain adalah Bripda Randy. Slamet menjelaskan selama berpacaran mereka sempat melakukan hubungan layaknya suami istri. Akibatnya Novia hamil hingga 2 kali, yakni pada Maret 2020 dan Agustus 2021. Namun keduanya digugurkan dengam cara aborsi.

Dalam keterangan yang juga dirilis di akun twitter @DivHumas_Polri, Minggu 5 Desember 2021 itu, Slamet menceritakan
Novia berkenalan dengan Bripda Randy Bagus sejak Oktober 2019. Keduanya bertukar nomor telepon hingga akhirnya berpacaran. Namun dalam perjalanannya hubungan keduanya kebablasan.

Slamet menambahkan atas perbuatannnyabBripda Randy akan dikenakan hukuman secara internal sesuai Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 14 tahun 2011 tentang Kode Etik, khususnya Pasal 7 dan 11 dengan hukuman terberat Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PDTH).

Bripda Randy juga di jerat secara pidana umum dengan Pasal 348 Juncto 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang sengaja menggugurkan kandungan atau mematikan janin dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Ini yang membuat nama baik Polri tercoreng, harus ditindak tegas dan lebih berat!

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF