Polisi Sebut Pelaku Penyerangan Alami Depresi, Ustad Chaniago Sudah Memaafkan
berita
Ustad Abu Syahid Chaniago
23 September 2021 15:00
Watyutink.com - Ustad Abu Syahid Chaniago yang menjadi korban penyerangan saat bercermah di Masjid Raya Baitusysyakur, Jodoh, Batuampar, Batam, Kepulauan Riau menyatakan memaafkan pelaku. Saat memberikan keterangan, Rabu 22 September 2021, Ustad Chaniago mengatakan orang Islam memang boleh marah, tapi harus tetap bisa memaafkan.

Ustad Chaniago pun mengisahkan Nabi Muhammad SAW pernah marah saat para da'i dan penceramah yang dikirim beliau justru dibunuh oleh kaum yang membencinya. Meski marah bahkan melaknat mereka, menurut Ustad Chaniago, Nabi Muhammad SAW tetap memaafkannya.

Itulah sebabnya Ustad Chaniago memaafkan orang yang telah menyerangnya lantaran meniru dan meneladani tindakan Nabi Muhammad SAW. Meski demikian, ia meminta kasus ini tetap diproses secara hukum. Untuk itu Ustad Chaniago menyerahkan penanganan kasus ini kepada aparat kepolisian.

Sementara itu Kasatserse Polresta Barelang, Kompol Reza Morandy Tarigan menyatakan pelaku penyerangan berinisial H mengalami depresi. Hal ini berdasarkan hasil tes kejiwaan yang dilakukan petugas terhadsp pelaku.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt mengatakan, pelaku yang menyerang Ustad Chaniago pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh 3 tahun lalu. Hal itu diketahui setelah petugas berkomunikasi dengan kakak pelaku yang berada di Aceh.

Bahkan pelaku pernah 2 kali kabur dari RSJ Banda Aceh. Penyidik juga mengkonfirmasi ke kepala dusun tempat pelaku tinggal. Saat memberikan keterangan, Rabu 22 September 2021, Harry mengatakan kepala dusun memberikan keterangan yang sama, pelaku pernah dirawat di RSJ Bands Aceh. Harry menambahkan saat ini pelaku masih ditahan di Polresta Barelang untuk penyelidikan lebih lanjut.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Senin 20 September 2021, Ustad Abu Syahid Chaniago yang sedang menyampaikan ceramah di Masjid Raya Baitusysyakur, Jodoh, Batam, Kepulauan Riau tiba-tiba diserang oleh pelaku. Petugas keamanan masjid, bernama Jafar menuturkan penyerangan tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu di Masjid Raya Baitusysyakur, tengah dilaksanakan pengajian ibu-ibu.

Pelaku diketahui mengenakan pakaian rapi. Hal itu membuat petugas masjid tidak mengira pelaku berniat melakukan penyerangan terhadap ustad. Jafar bahkan sempat melihat pelaku masuk ke area wudhu dan langsung masuk ke dalam ruangan masjid.

Kapolsek Batuampar, AKP Salahuddin mengatakan saat ditangkap, pelaku juga tidak menampakkan sikap menyesal. Pelaku bahkan sempat mengatakan dirinya adalah seorang komunis. Itulah sebabnya Polresta Barelang yang menangani kasus ini akan melakukan pemeriksaan lebih dalam, termasuk kondisi kejiwaan pelaku.

Kalau yang sudah-sudah kasus penyerangan ustad selalu menguap.

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF