Polda Metro Jaya Siapkan 8 Titik Penyekatan, Pemudik Nekat bakal Kena Tilang
berita
Sumber Foto: gridoto. com
10 April 2021 14:57
Watyutink.com - Polda Metro Jaya siap melakukan berbagai langkah guna mendukung keputusan pemerintah melarang warga melakukan mudik pada Lebaran tahun ini. Itulah sebabnya Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah menyiapkan delapan titik penyekatan pada Lebaran 2021.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menjelaskan, penyekatan dilakukan guna menyaring pengendara yang kedapatan mudik. Penyekatan dilakukan terhadap semua kendaraan, baik roda dua, empat, maupun bus. Kendaraan yang ditemukan akan meninggalkan Jakarta akan dicegat. Jika terbukti akan mudik, mereka akan diperintahkan putar balik. 

Saat memberikan keterangan, Jumat 9 April 2021, Sambodo menegaskan pihaknya telah menyiagakan delapan titik penyekatan yang teresebar di berada di jalan tol, jalan arteri, dan terminal bus di Jakarta. Sambodo merinci, dua titik di jalan tol serta masing-masing tiga titik di jalan arteri non tol dan terminal bus. 

Sambodo menambahkan pihaknya menambahkan titik penyekatan empat hingga enam lokasi. Sehingga nantinya bakal ada hingga 14 lokasi penyekatan. Penambahan sejumlah titik itu ditetapkan setelah melakukan survei situasi menjelang Lebaran 2021. Namun survei baru akan dilakukan menjelang 6 Mei 2021, saat hari pertama larangan mudik berlaku. 

Delapan lokasi penyekatan yang sudah pasti disiagakan Polda Metro Jaya adalah:
Titik check point di jalan tol:
1. Jalan tol arah Cikampek
2. Jalan tol arah Merak

Titik check point di jalan arteri non-tol:
1. Harapan Indah, Kota Bekasi
2. Jati Uwung, Tangerang Kota
3. Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi

Titik check point di terminal bus:
1. Pulogebang
2. Kampung Rambutan
3. Kalideres

Sementara itu Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Polri sudah menyiapkan beberapa sanksi bagi masyarakat yang nekat mudik. Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiadi menerangkan, sanksi pertama adalah diminta putar balik. Sanksi ini berlaku bagi kendaraan selain yang dizinkan beroperasi selama masa mudik. 

Saat memberikan konferensi pers yang disiarkan melalui kanal Youtube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kamis 8 April 2021, Budi menambahkan sanksi kedua adalah petugas menerapkan penilangan. Sanksi tilang berdasarkan undang-undang yang berlaku bagi kendaraan travel atau angkutan perseorangan.

Budi menegaskan larangan beroperasi berlaku bagi semua moda transportasi,  darat, udara, laut, dan perkeretaapian. Semuanya dilarang beroperasi untuj kegiatan mudik Idul Fitri pada 6 hingga 17 Mei 2021.

Larangan operasi semua moda transportasi meliputi kendaraan bermotor umum dengan jenis mobil bus dan mobil penumpang. Larangan berlaku pula untuk kendaraan bermotor perseorangan dengan jenis mobil penumpang, mobil bus, sepeda motor, serta kapal angkutan, sungai, danau, dan penyeberangan.

Larangan ini berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri Dalam Rangka Pencegahan Covid-19. Larangan dikecualikan bagi transportasi yang melakukan perjalanan dan ketentuan bagi wilayah aglomerasi atau kawasan perkotaan.

Mudik dilarang tapi tempat wisata tetap buka, aneh. 

Tetaplah kritis membaca berita! 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF