Pengamat Nilai Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti Layak jadi Mendikbudristek Gantikan Nadiem Makarim
berita
Sumberfoto: iNews.id
14 April 2021 13:40
Watyutink.com – Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari ikut berkomentar tentang rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) melebur Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Qodari menyebut instansi yang nantinya bernama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudrsitek) itu layak dipimpin oleh seseorang yang dianggap mumpuni dalam bidang pendidikan.

Saat memberikan komentar, Selasa 13 April 2021, Qodari menuturkan pengelolaan pendidikan tidak boleh terputus dan harus menjadi satu kesatuan, sejak dari pendidikan dasar, menengah, dan dilanjutkan pendidikan tinggi. Itulah sebabnya Qodari menilai wajar jika kedua kementerian dilebur atau dimerger menjadi Kemendikbudrsitek yang nantinya mengurusi pendidikan secara keseluruhan dari pendidkan dasar hingga pendidikan tinggi.

Terkait siapa yang layak memimpin Kemendikbudristek, Qodari menyebut nama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Pusat (PP) Muhammdiyah, Abdul Mu’ti sebagai sosok yang tepat mengisi posisi tersebut. Qodari menyatakan Mu’ti layak menjadi kandidat pengganti Nadiem Makarim.  

Qodari menuturkan Abdul Mu’ti yang saat ini menjabat Kepala Badan Standar Pendidikan Nasional (BSPN) pernah dicalonkan menjadi Wakil Menteri Pendidikan, tapi rencana itu batal. Qodari menyebut konon katanya pihak Muhammadiyah kurang berkenan dengan keputusan Jokowi menunjuk Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama.

Qodari menambahkan, jika Mu’ti benar-benar menjadi Mendikbudristek, postur kementerrian akan kembali proporsional. Pasalnya selama ini sudah menjadi tradisi Menteri Pendidikan berasal dari Muhammadiyah dan Menteri Agama berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU). 

Menurut Qodari sudah selayaknya Kementerian Pendidikan dikembalikan dan dipimpin oleh lembaga berpengalaman seperti Muhammadiyah. Selama ini organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu terbukti berhasil mengelola lembaga pendidikan dari berbagai tingkatan.

Data dari Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah menyebutkan, organisasi yang sudah berusia 108 tahun memiliki 162 perguran tinggi dengan rincian 60 universitas, 82 sekolah tinggi, 6 akademi, 9 institut dan 5 politeknik. Sedangkan untuk pendidikan tingkat SD, SMP, SMA dan sederajat, Muhammadiyah mengelola lebih dari 10.000 lembaga pendidikan.

Saatnya pendidikan di Indonesia kembali dikelola oleh figur yang tepat!

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF