Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang IV Diundur
berita
Sumber Foto: prakerja.go.id
26 May 2020 16:52
Direktur Kemitraan dan Komunikasi Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky mengatakan, pemerintah memutuskan untuk menunda proses pendaftaran kartu prakerja gelombang IV yang sedianya akan dimulai pada Selasa (26/5/2020) ini.

Pengumuman penundaan tersebut merupakan yang kedua kalinya.

"Komite Cipta Kerja masih mengevaluasi proses pendaftaran, seleksi dan penetapan peserta dengan mempertimbangkan masukan dari lembaga pengawas pemerintah," katanya seperti dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (26/5/2020).

Penundaan pendaftaran peserta Kartu Prakerja bukan kali ini saja dilakukan. Pada awal Mei lalu, pemerintah memutuskan untuk menunda pendaftaran peserta Kartu Prakerja. Selanjutnya, belum dipastikan kapan evaluasi itu selesai.

Sebelumnya, Panji mengatakan penundaan pendaftaran dilakukan karena kuota gelombang ketiga program Kartu Prakerja belum terpenuhi. Ia mengatakan semula Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan ada 300 ribu peserta gelombang ketiga program Kartu Prakerja.

Baru setelah itu, gelombang keempat dibuka. Namun, data PMO mencatat jumlah pendaftar yang memenuhi kualifikasi menjadi peserta baru mencapai 224 ribu orang sampai dengan hari penutupan pukul 15.00 WIB.

Oleh karena itu, mau tidak mau pendaftaran gelombang keempat harus ditunda sampai kuota gelombang ketiga terpenuhi. Alasan lain, kata Panji, juga karena PMO ingin membenahi administrasi yang belum selesai (back log).

Secara total, baru 51.255 peserta yang baru mendapatkan transfer insentif bulan pertama sebesar Rp600 ribu per peserta. "Jadi ada back log dalam pelaksanaannya, ada yang belum selesai di masing-masing tahapan," imbuhnya.

"Kami ingin selesaikan backlog ini dulu. Karena kalau backlog ini belum terselesaikan tapi sudah ditambah lagi nanti akan tambah beban dan buat lambat proses," jelasnya.

Ditunda lagi ternyata. Bagaimana dengan ide mengalihkan dana Prakerja untuk bansos?

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF