Pemkot Yogyakarta Rancang Aturan Larang Konsumsi Daging Anjing
berita
liputan6
21 September 2019 14:21
Watyutink.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta rancang aturan pelarangan mengkonsumsi daging anjing. Peraturan ini dirancang oleh Dinas Pertanian dan Pangan.

Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya tindak lanjut dari deklarasi perlindungan hewan domestik, termasuk sebagai langkah pencegahan penyakit zoonosis seperti rabies.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto menerangkan bahwa aturan ini nantinya akan berbentuk peraturan walikota, dan sudah masuk ke Bagian Hukum awal pekan ini dan rencananya akan segera diterapkan.

Sugeng menjelaskan bahwa selain pelarangan konsumsi daging anjing, peraturan ini juga akan memuat larangan perdagangan anjing untuk kebutuhan konsumsi dan ketentuan lain terkait kesejahteraan dan penanganan anjing.

Alasannya adalah karena anjing merupakan hewan domestik yang memerlukan perlindungan dan mencegah perlakukan sadis atau kurang baik terhadap anjing yang akan dikonsumsi. Selain itu bisa menyebabkan rabies yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Lebih lanjut, Sugeng menjelaskan bahwa peraturan walikota ini nantinya tidak bersifat memberikan ancaman sanksi  tetapi lebih bersifat edukasi dengan harapan masyarakat mulai mengurangi tingkat konsumsi daging anjing bahkan menghentikannya.

Jika peraturannya hanya bersifat larangan tanpa konsekuensi hukum akankah memberikan efek jera?

Tetaplah kritis membaca berita! (oct)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah             Sektor UKM Masih Bisa Diandalkan             Masih Harus Banyak Dilakukan Pembenahan             Tantangan Besar Meningkatkan Tenaga Kerja Menjadi SDM Berkualitas             Ironi yang Tak Pantas Dibiarkan Berulang             Pemerintah Harus Tunjukan Penggunaan Utang  Secara Produktif