Para Ahli Berhasil Merekonstruksi Wajah Denisovans Si Manusia Purba 'Misterius', Begini Tampilannya
berita
scienmag.org
21 September 2019 15:11
Watyutink.com – Sekelompok peneliti berhasil berikan rekonstruksi sekilas wajah Denisovans, yang disebut sebut sebagai si manusia purba ‘misterius’.

Potongan fosil Denisovans awalnya ditemukan pada 2008 dan sejak saat itu juga para ahli evolusi manusia tertarik untuk mengetahui keberadaan mereka yang diperkirakan punah sekitar 50.000 tahun silam.

Tim peneliti, akhirnya berhasil merekonstruksi raut muka manusia purba yang merupakan kerabat manusia modern (homo sapiens) yang telah lama hilang itu. Denisovans diprediksi sekitar 100.000 tahun silam dan termasuk manusia modern bersama Neanderthal.

Hasil rekonstruksi wajah berdasarkan analisis DNA kompleks Denisovans, Neanderthal, Simpanse dan manusia, menunjukkan bahwa tengkorak Denisovans kemungkinan lebih luas ketimbang manusia modern atau Neanderthal.

Mereka juga tampaknya tidak memiliki dagu dan mirip dengan Neanderthal memiliki dahi miring, wajah panjang, serta panggul yang besar. Namun secara sifat, Denisovans mirip dengan manusia modern saat ini (kita) dan di sisi lain mereka memiliki keunikan.

Kelompok manusia purba Denisovans diperkirakan tinggal di wilayah yang kini disebut Siberia dan di kawasan timur Asia, di sekitar kawasan dataran tinggi Tibet. Dan belum diketahui penyebab punahnya jenis ini.

Satu-satunya penemuan sisa fosil manusia Denisovans adalah tiga gigi, tulang jari kelingking dan rahang bawah. Denisovans menjadi perhatian dunia setelah para arkeolog menyelidiki sisa-sisa fosil di sebuah gua di Siberia, lebih dari sepuluh tahun lalu.

Jika ada hubungannya dengan manusia modern sekarang akankah ada penemuan lanjutan untuk kemanusiaan?

Tetaplah kritis membaca berita! (oct)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Lana Soelistianingsih, Dr., S.E., M.A.

Ekonom Universitas Indonesia, Kepala Riset/ Ekonom Samuel Aset Manajemen

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Pajak lebih Besar untuk Investasi Tidak Produktif             Semua Program Pengentasan Kesenjangan Harus dikaji Ulang             Perkuat Investasi, Industri dan Ikatan Kewilayahan di ASEAN             Perubahan Nomenklatur Tak Efektif dalam Jangka Pendek             Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi