Pamer Kampus Merdeka, Nadiem Undang PBB dan Perwakilan Asing
berita
Sumber Foto : cnnindonesia.com
14 February 2020 16:00
Watyutink.com –  Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Pendidikan Tinggi Nadiem Makarim akan mengundang negara lain untuk mengembangkan sistem pendidikan Indonesia.

"Kita ingin membuka partisipasi kemitraan yang besar. Dari sisi regulasi kami mendukung agar kerja sama dapat terimplementasi dengan baik," kata Nadiem melalui keterangan pers, Kamis (13/2/2020).

Dalam pertemuan tersebut, Nadiem sempat memamerkan kebijakan Merdeka Belajar yang dia canangkan. Ia mengatakan kebijakan itu dibuat karena siswa perlu lihai dalam beradaptasi supaya bisa jadi sumber daya manusia yang unggul.

Nadiem yakin program yang ia buat bisa berjalan baik bila dibarengi kerja sama dengan berbagai pihak. Baik kerja sama di dalam negeri, mau pun di luar negeri.

Pertemuan Nadiem dengan perwakilan negara lain berupa forum diskusi bertajuk Discussion with Development Partners on Policy Direction and Potential Collaboration.

Perwakilan negara lain yang hadir antara lain, Kedutaan Besar Finlandia, Kedutaan Besar Prancis, Kedutaan Besar Irlandia, Kedutaan Besar Jepang, Kedutaan Besar Norwegia, Kedutaan Besar Singapura, Kedutaan Besar Swedia, dan Kedutaan Besar Republik Korea.

Kemudian Kedutaan Besar Inggris, Kedutaan Besar Jerman, Kepala Deputi Australia untuk Indonesia, Kepala Deputi untuk Netherlands, Kedutaan Besar New Zealand, Konselor China, Kepala Seksi Ekonomi Switzerland, Staf Kemitraan Publik Inggris, Asian Development Bank, Asian Infrastucture Investment Bank, SEAMEO, UNESCO, UNICEF, dan World Bank.

Bekerjasama bagus, menjalin hubungan juga baik namun jangan melupakan sistem pendidikan yang sesuai dengan Indonesia. Sejatinya pendidikan ada transfer ilmu dan nilai.

Tetaplah kritis membaca berita! (yed)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF