Omnibus Law Salah Ketik, Partai Demokrat Sebut Lucu
berita
Sumber Foto : liputan6.com / Faizal Fanani
19 February 2020 09:10
Watyutink.com - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan menilai sangat lucu dan menggelikan Omnibus Law Rencana Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja sampai salah ketik. Akibatnya kesalahan pada pasal 170 RUU Cipta Kerja justru menimbulkan polemik di masyarakat. 

Saat berbicara pada Selasa (18/2/2020) di Gedung Parlemen, Jakarta, Syarief menyebut salah ketik bukan hak yang wajar. Pasalnya dalam draft yang diterima DPR disebutkan secara jelas RUU Cipta Kerja bisa diubah menggunakan peraturan pemerintah (PP). 

Meski demikian, Wakil Ketua MPR ini menyatakan bersikap positif thinking. Menurut Syarief bisa jasi proses check and rechek tidak berjalan baik. Akibatnya meski salah ketik draft tersebut bisa lolos. 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan telah terjadi kekeliruan saat penyusunan draft RUU Cipta Kerja pasal 170. Namun Mahfud mengaku bisa memakluminya. Kekeliruan semacam itu menurutnya manusiawi. 

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menyebut tugas DPR memang memantau naskah draft RUU tersebut. Kekeliruan menurutbya sudah biasa terjadi. 

Sementara itu anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS Nasir Djamil meminta pemerintah jujur dan menjelaskan kepada publik alasan munculnya pasal 170 RUU Cipta Kerja. Nasir menyebut masalah semacam ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan minta maaf. Alasan salah ketik pun tidak bisa diterima. 

Membuktikan mereka nggak serius ngurus negara, rakyat cuma dijadikan lucu-lucuan. 

Tetaplah kritis membaca berita! 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)