Nelayan Aceh Dipenjara karena Selamatkan Pengungsi Rohingya, Fadli Zon: Seharusnya Dapat Penghargaan
berita
Sumber Foto : tribunnews.com
17 June 2021 11:00
Watyutink.com - Tiga nelayan Aceh Utara dijatuhi hukuman masing-masing lima tahun penjara. Hukuman ini dijatuhkan lantaran ketiga nelayan tersebut menolong puluhan pengungsi Rohingya yang terombang-ambing di tengah laut. 

Ketiga nelayan Aceh tersebut adalah Faisal Afrizal (43 tahun) asal Desa Matang Bayu Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, Abdul Aziz (31 tahun) warga Desa Gampong Aceh Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur dan Faisal Afrizal (43 tahun) asal Desa Matang Bayu Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. 

Dalam putusan sidang di Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara Senin 14 Juni 2021, Majelis hakim juga menjatuhkan hukuman denda masing-masing Rp500 juta, subsider satu bulan kurungan. Majelis hakim yang diketahui Fauzi SH menyebut terdakwa melanggar Pasal 120 ayat (1) Undang-undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian Juncto Pasal 55 KUHP.

Lantaran masih dalam suasana pandemi, sidang digelar secara virtual. Ketiga terdakwa mengikuti sidang dari Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Aceh Utara. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Simon SH mengikuti sidang tersebut di Kantor Kejari Aceh Utara di Lhoksukon. 

Terdakwa dalam kasus ini sejatinya berjumlah lima orang. Namun di terdakwa lainnya bernama Adi Jawa dan Anwar masih belum tertangkap. Keduanya saat ini audat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Menanggapi kabar tersebut, warganet langsung beraksi dengan mencuitkan dukungan untuk ketiga nelayan Aceh. Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon melalui akun twitternya @fadlizon, Kamis 17 Juli 2021 mengatakan tiga nelayan Aceh tersebut seharusnya diberi penghargaan. 

Fadli menilai mereka telah melaksanakan amanat  Pancasila, yakni kemanusiaan yang adil dan beradab. Namun anehnya menurut Fadli ketiga nelayan tersebut justru dihukum. 

Pemilik akun @soang007 mengingatkan dulu di era Presiden Soeharto, nelayan Indonesia pernah menyelamatkan pengungsi Vietnam. Pemilik akun pun menanyakan, apakah saat itu nelayan Indonesia ditangkap karena aksi penyelamatan itu. Dalam cuitannya, pemilik akun mengunggah foto nelayan Indonesia yang menyelamatkan pengungsi Vietnam di atas perahu. 

Pemilik akun @AhzaArmen membandingkan dengan upaya penyelamatan binatang seperti penyu, paus atau lumba-lumba di laut. Pemilik akun menilai binatang lebih dihargai dibanding manusia. "Duh, begini amat sekarang negaraku," cuit akun tersebut.

Seperti diketahui pada 25 Juni 2020,  puluhan pengungsi Rohingya terdampar di perairan Aceh. Mereka terpaksa meninggalkan daerahnya demi menghindari aksi kekerasan dan penindasan yang dilakukan pemerintah dan militer Myanmar. 

Nelayan Aceh yang iba melihat nasib para pengungsi berinisiatif menolong dan mengevakuasi para pengungsi ke daratan Pantai Lancok Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara. Mereka diangkut oleh tiga nelayan dengan kapal motor ke Perairan Lancok kemudian mereka dipindahkan ke Lhokseumawe.

Menolong orang lain kok justru dihukum, kemana hati nurani aparat negeri ini? 

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF