Mendikbud Tegaskan Indonesia Tak Butuh Anak yang Jago Menghafal
berita
Sumber Foto : liputan6.com
14 December 2019 13:00
Watyutink.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan Indonesia tidak membutuhkan anak-anak yang jago menghafal. Pasalnya kompetensi menghafal tidak lagi diperlukan di masa depan. Menurut Nadiem di masa depan tantangan harus dihadapi dengan kompleksitas tinggi yang membutuhkan beberapa core komptensi dan bukan menghafal.

Itulah sebabnya Mendikbud menggagas konsep pendidikan yang mengambil esensi  ajaran Ki Hajar Dewantara. Nadiem menyebut konsep pendidikan yang akan digagasnya bernama “Merdeka Belajar.” Nadiem memastikan konsep ini akan dilakukan selama dirinya menjabat. Ia berharap konsep Merdeka Belajar bisa menjadi solusi bagi anak-anak Indonesia untuk berkreasi dan berinovasi.

Konsep Merdeka Belajar ini terdiri dari empat hal, yakni soal membebaskan sekolah untuk menggelar atau melaksanakan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (USBN), kedua menghapus Ujian Nasional per 2021. Selain itu juga merampingkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.

Saat memberikan sambutan dalam diskusi yang diselenggarakan Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) di Jakarta, Jumat (13/12/2019) Nadiem menjelaskan kompetensi yang dibutuhkan siswa Indonesia adalah kreativitas, kemampuan bekerja sama dan berkolaborasi. Selain itu siswa juga harus mampu berpikir dan memproses informasi secara kritis, mempertanyakan validitas sebuah informasi, pemecahan masalah dan kemampuan berempati.

Pendiri Gojek ini menekankan saat menyusun kurikulum, BNSP harus memperhatikan pentingnya pembelajaran hal-hal tersebut bagi siswa. Menurut Nadirm, BNSP harus bisa mengetahui apa manfaat dan dampak positifnya bagi siswa di masa depan. Jika memang tidak ada manfaatnya sebaiknya dibuang saja.

Menghafal juga perlu lho, Pak Jokowi saja selalu meminta menghafal nama-nama ikan!

Tetaplah kritis membaca berita!

(cp)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)