Masih banyak Warga yang Nganggur, Gubernur Banten Minta Pengusaha Cari Pegawai Baru Jika Buruh Tolak UMP
berita
Gubernur Banten Wahidin Halim. Sumber Foto : merdeka.com
06 December 2021 16:20
Watyutink.com - Gubernur Banten Wahidin Halim mengizinkan pengusaha mencari pekerja baru. Hal ini dilakukan jika para buruh masih buruh masih menolak Upah Minimum Provinsi (UMP) yang  telah ditetapkan. Bahkan Wahidin memerintahkan pengusaha merekrut pekerja baru lantaran masih banyak yang mau dibawah dengan gaji Rp2,5 juta hingga Rp4 juta per bulan.

Saat berbicara di Serang, Senin 6 Desember 2021, Wahidin menuturkan masih banyak masyarakat yang menganggur dan butuh pekerjaan. Wahidin yakin mereka mau digaji dengan kisaran Rp2,5 juta hingga Rp4 juta per bulan. Itulah sebabnya Wahidin menilai pengusaha tidak perlu risau kalau ada buruh yang masih menolak UMP Banten.

Politisi Demokrat ini menceritakan para relawan vaksinator Covid-19 hanya digaji Rp2,5 juta. Padahal mereka bekerja siang hingga malam. Itulah sebabnya Wahidin mengaku tidak terlalu merisaukan ancaman mogok kerja yang rencananya akan dilakukan para buruh pada 6-8 Desember 2021. Wahidin menganggap mogok kerja hanyalah ekspresi kekecewaan buruh lantaran kenaikan UMP tidak seperi yang mereka tuntut.

Wahidin menerangkan pihaknya telah Halim mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten bernomor 561/Kep.282-Huk/2021 tentang Upah Minimum Kabupaten dan Kota di Banten Tahun 2022. Mantan Wali Kota Tangerang ini menegaskan tidak akan mengubah keputusan yang sudah diteken pada 30 November 2021 lalu. Meskipun para buruh bakal melakukan demo, Wahidin memastikan keputusannya tidak akan berubah.

Ia menyatakan keputusan tersebut sudah maksimal. Pasalnya keputusan tersebut sudah sesuai dengan perintah pemerintah pusat. Selain itu UMP Banten sudah diformulasikan dan dihitung sesuai standar hidup layak.

Dari catatan yang ada, besaran upah di Provinsi Banten yang ditetapkan adalah

1) Kabupaten Pandeglang tidak ada kenaikan atau tetap Rp 2.800.292.64.

2) Kabupaten Lebak naik 0,81 persen menjadi Rp 2.773.590.40 dari Rp 2.751.313.81.

3) Kabupaten Serang tidak ada kenaikan atau tetap Rp 4.215.180.86.

4) Kabupaten Tangerang tidak ada kenaikan atau tetap Rp 4.230.792.65.

5) Kota Tangerang naik 0,56 persen, menjadi Rp 4.285.798.90 dari Rp 4.262.015.37.

6) Kota Tangerang Selatan naik 1,17 persen, menjadi Rp 4.280.214.51 dari Rp 4.230.792.65.

7) Kota Cilegon naik 0,71 persen, menjadi Rp 4.340.254.18 dari Rp 4.309.772.64.

8)Kota Serang naik 0,52 persen, menjadi Rp 3.850.526.18 dari Rp 3.830.549.10.

Nah pilih mana, terima upah yang ditentukan atau pengusaha cari pekerja baru?

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR TERPRODUKTIF