Ma’ruf Amin Akui Tidak Ada Lobi Pemerintah Indonesia Untuk Pembebasan Siti Aisyah
berita
Sumber Foto : news.detik.com
15 March 2019 13:05
Watyutink.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin akhirnya mengakui tidak pernah ada lobi politik dari pemerintah Indonesia kepada Malaysia terkait pembebasan Siti Aisyah. Ma’ruf mengatakan Siti bebas dari ancaman hukuman mati lantaran mengikuti proses hukum yang berlaku di Malaysia. Namun Ma’ruf menegaskan pemerintah Indonesia selalu melakukan pendampingan selama warga negara Indonesia (WNI) asal Serang, Banten itu menjalani proses hukum.

Ma'ruf mengatakan sangat bersyukur dan berbahagia atas kebebasan Siti. Selain itu pemerintah Indonesia juga sangat menghargai proses hukum di Malaysia dalam kasus tersebut. Ma’ruf menyebut proses hukum sudah berjalan dengan adil dan benar, sehingga menghasilkan keputusan yang benar pula.

Sebelumnya Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly menyatakan pembebasan Siti Aisyah terjadi setelah pemerintah Indonesia melakukan lobi politik dengan pemerintah Malaysia. Yasonna bahan menyebut beberapa perwakilan Indonesia telah melakukan pertemuan dengan pejabat Malaysia guna mengusahakan pembebasan tersebut.

Namun pernyataan Yasonna langsung dibantah oleh pemerintah Malaysia. Perdana Menteri Mahatir Mohammad membantah adanya lobi politik dalam kasus Siti Aisyah. Mahatir menegaskan pembebasan Siti murni karena proses hukum. Jaksa yang menangani kasus tersebut mencabut semua gugatannya lantaran tidak cukup bukti.

Siti Aisyah ditangkap kepolisian Malaysia pada 13 Februari 2017 atas tuduhan sebagai pembunuh Kim Jong Nam, kakak tiri pimpinan Korea Utara Kim Jong Un. Atas tuduhan tersebut Siti teracam hukuman mati. Selain itu Siti juga ditahan selama 2 tahun 23 hari untuk mengikuti proses persidangan.

Jadi yang kemarin katanya ada lobi politik itu hoaks, pencitraan, atau hoaks yang dijadikan pencitraan?

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Nailul Huda

Peneliti INDEF

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Soal Subsidi MRT: Negara Jangan Pikir Profit, Tapi Benefit             Perjelas Kewenangan Berbasis Wilayah             Indonesia Masih Menarik Sebagai Negara Tujuan Investasi             Subsidi MRT Bukan untuk Orang Kaya             Pemerintah Harus Hitung Risiko Utang BUMN             Pembentukan Holding BUMN Harus Selektif             BUMN Jangan Terjerumus Jadi Alat Kepentingan Penguasa             MoU KPU-PPATK Jangan Sekadar Aksesoris             MoU KPU-PPATK Jangan Hanya Formalitas             Pemerintah Harus Promosikan Tempat Wisata Terlebih Dahulu