Makan Daging Sapi Mati, 540 Warga Gunungkidul, Yogyakarta Terserang Antraks
berita
Sumber Foto : kompas.com
17 January 2020 14:10
Watyutink.com – Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putrano mengatakan puluhan warga Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terjangkit penyakit antraks akibat memakan daging sapi yang mati mendadak. Padahal diduga sapi-sapi tersebut mati akibat penyakit antraks. Sehingga penyakit itu pun menulari manusia yang memakan dagingnya.

Saat memberikan keterangan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/1/2020) Terawan pihaknya telah menerjunkan tim untuk menangani kasus penyebaran antraks ini. Tim akan melakukan pemeriksaan kepada warga. Tim juga memberikan antibiotik kepada warga yang positif terjangkit antraks. Mantan Kepala RSPAD Gatot Subroto ini mengatakan antibiotik perlu diberikan karena penyakit antraks disebabkan oleh bakteri.

Meski demikian Terawan belum bisa memastikan berapa lama penanganan penyabaran antraks di Gunungkidul. Semuanya menurut Terawan tergantung tingkat keparahan yang diderita. Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada, Yogyakarta ini memperkirakan spora antraks masih berada di lokasi tersebut. Itulah sebabnya ia memerintahkan dirjen melakukan penanganan langsung.

Sebelumnya diketahui, 540 orang terpapar penyakit antraks. Hal ini setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabapaten Gunungkidul melakukan uji sampel terhadap warga masyarakat. Hasilnya warga di Dusun Ngrajek Wetan dan Ngrajek Kulon, Desa Gombang, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul positif teserang antraks.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Sumitro mengatakan, pihaknya juga menemukan 64 orang di Kecamatan Semanu juga mengalami gejala terserang antraks. Diketahui warga tersebut turut memakan daging sapi yang mati mendadak di Desa Gombang.

Kok bisa mereka memakan daging sapi yang sudah mati, apakah karena harga daging terlalu mahal?

Tetaplah kritis membaca berita!

(cp)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Tauhid Ahmad

Executive Director INDEF

Agus Herta Sumarto

Peneliti INDEF

Deniey Adi Purwanto

Peneliti INDEF