Mahfud Sebut Peran TNI di Perpres Terorisme Sesuai UU
berita
Sumber Foto: sindonews.com
09 August 2020 12:30
Watyutink.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM Mahfud MD menjelaskan bahwa pelibatan TNI dalam mengatasi terorisme sesuai dengan Undang-Undang No. 5 tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Keterlibatan TNI dalam menyelesaikan aksi terorisme diatur dengan peraturan presiden dan peraturan presiden dikonsultasikan dengan DPR. Pelibatan TNI dalam aksi terorisme itu perintah UU No. 5 Tahun 2018," ungkapnya melalui konferensi video, Sabtu (8/8/2020).

Untuk diketahui, peran TNI dalam penanggulangan terorisme di UU No. 5 tahun 2018 tertulis pada Pasal 43I. Pada Ayat (1) dinyatakan bahwa tugas TNI dalam mengatasi aksi terorisme merupakan bagian dari operasi militer selain perang.

Kemudian pada Ayat (2) dijelaskan bahwa peran TNI dalam menanggulangi tindak pidana terorisme disesuaikan dengan tugas dan pokoknya. Pada Ayat (3) dinyatakan bahwa ketentuan pelibatan TNI diatur selanjutnya dalam peraturan presiden.

Mahfud mengatakan keterlibatan TNI diperlukan dalam menangani terorisme pada sejumlah kasus. Misalnya ketika aksi terorisme terjadi di luar wilayah kedaulatan Indonesia.

Mahfud mengatakan kasus tersebut tidak bisa ditangani Polri yang hanya bisa menangani kasus yang berada di dalam wilayah yurisdiksinya.

Kemudian, lanjutnya, pelibatan TNI juga diharapkan bisa menangani kasus teroris yang dinilai vital. Misalnya, serangan terhadap presiden atau wakil presiden.

Rancangan perpres pelibatan TNI dalam mengatasi aksi terorisme sudah disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kementerian Hukum dan HAM juga sudah membahas hal ini dengan pihak terkait, termasuk pihak yang kontra.

Sebelumnya wacana keterlibatan TNI dalam terorisme menuai kritik dari berbagai pihak. Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mendesak Jokowi dan DPR membahas Perpres tersebut secara terbuka dan transparan.

Hem, selain tumpang tindih, peraturan kerap timpang tindih. Apa tidak lebih baik disederhanakan?

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF