Mahfud MD Sebut Djoko Tjandra Berpeluang Bebas 
berita
Sumber Foto : tribunnews.com
01 August 2020 17:54
Watyutink.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan terpidana kasus korupsi Bank Bali Djoko Tjandra masih berpeluang lolos dari jeratan hukum. Pasalnya saat ini Djoko Tjandra tengah mengajukan peninjauan kembai (PK) di Mahkamah Agung (MA). 

Saat memberikan keterangan kepada awak media, Jumat 31 Juli 2020. Meski berhasil ditangkap Kamis 30 Juli 2020 di Malaysia, jika PK yang diajukan dikabulkan Djoko Tjandra bisa bebas. 

Itulah sebabnya Mahfud berharap pimpinan MA memperhatikan masalah ini dengan sungguh-sungguh. Terlebih kasus Djoko Tjandra telah menyita perhatian masyarakat selama beberapa pekan terakhir. Mahfud juga mengingatkan masyarakat agar memahami konteks ranah pemerintah dengan proses peradilan hukum.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menyatakan tugas pemerintah adalah menghadirkan pihak terhukum atau terpidana. Sedangkan urusan peradilan  masuk dalam ranah lembaga peradilan, dalam hal ini adalah MA. Jika nantinya PK diajukan, Mahfud menegaskan hal itu sudah bukan ranahnya pemerintah. 

Itulah sebabnya Mahfud menekankan pentingnya pentingnya pengawasan terhadap proses peradilan. MA harus selalu 'diplototi' agar proses peradilan berjalan dengan benar. Meski demikian Mahfud yakin MA bekerja dengan sungguh-sungguh. Mahfud juga yakin MA tidak terbebani dengan masa lalu sehingga lebih leluasa melakukan tindakan.

Mahfud menduga, permohonan PK Djoko Tjandra yang diajukan sebelumnya bukan ditolak, melainkan tidak dapat diterima sehingga Djoko dapat mengajukan PK kembali.

Mantan politisi PKB ini juga menekankan pentinya pengawasan dari masyarakat. Pasalnya penangkapan Djoko Tjandra pun tak lepas dari dorongan publik.

Enaknya koruptor di negeri ini! 

Tetaplah kritis membaca berita!!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila