Luhut Minta Dana Umroh Dipakai untuk Belanja
berita
Sumber Foto : kompas.com
14 August 2020 15:08
Watyutink.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut potensi pergerakan ekonomi tanah air masih cukup besar. Meskipun saat ini Indonesia tengah dilanda pandemi virua corona atau Covid-19, menurut Luhut potensi ekonomi masih ada. 

Saat memberikan keterangan pers secara virtual, Kamis 13 Agustus 2020, Luhut mengatakan masih banyak potensi uang di masyaramat yang bisa dibelanjakan. Salah satunya menurut Luhut adalah uang jamaah umroh yang tidak jadi berangkat. Luhut menuturkan akibat pemerintah Arab Saudi masih membatasi kunjungan, keberangkatan jamaah umroh tahun ini semuanya tertunda. 

Luhut menambahkan, setiap tahun jamaah umroh Indonesia berjumlah 500 ribu hingga satu juta orang. Artinya menurut mantan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) ini terdapat dana dalam jumlah besar yang tersimpan di masyarakat. 

Potensi dana lain menurut Luhut adalah masyarakat yang biasanya berobat ke luar negeri, seperti Malaysia atau Singapura. Akibat kedua negara melakukan pembatasan kedatangan, niat orang Indonesia beribat ke kedua negara itu tertunda. Luhut menegaskan potensi uang dari masyarakat di dalam negeri tersebut bisa mencapai miliaran dolar AS.

Itulah sebabnya menurut Luhut, pemerintah tengah mencari cara agar masyarakat mau membelanjakan dananya di dalam negeri meski di tengah kondisi pandemi. Sehingga, aktivitas ekonomi bisa bergerak kembali di dalam negeri.

Sebelumnya, saat menghadiri Rapat Kerja Nasional Rakernas Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) secara virtual, Rabu 12 Agustus 2020, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan salah salah satu penyebab pertumbuhan ekonomi nasional menurun adalah masyarakat enggan membelanjakan uangnya. 

Airlangga menyebut masyarakat lebih suka menyimpan uangnya dalam bentuk tabungan atau deposito. Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan berdasarkan data, masyarakat yang mempunyai uang di atas Rp200 juta enggan berbelanja. Mereka lebih suka meningkatkan deposito. Itulah sebbanya Airlangga meminta para pengusaha ikut membantu pemerintah menyelesaikan persoalan ini..

Kok uang untuk umroh disuruh buat belanja, umroh itu ibadah pak bukan plesiran! 

Tetaplah kritis membaca berita! 

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF