Korban Gempa Sulbar Dimintai KK Saat Ambil Bantuan, Politisi PKS Minta Jangan Dipersulit
berita
Sumber Foto : kompas.tv
18 January 2021 19:00
Watyutink.com - Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid menyayangkan sikap aparat yang membebani korban bencana dengan berbagai peraturan administratif. Melalui cuitan di akun twitternya, @hnurwahid, Senin 18 Januari 2021, politisi PKS ini mengatakan rakuat sudah sangat menderita akibat bencana. Jangan dibuat semakin menderita dengan aturan yang aneh-aneh. 

Pria yang biasa dipanggil HNW ini juga meminta pemerintah memperbaiki koordinasi dan kinerja. Sehingga akses para korban bencana untuk mendapatkan bantuan bisa semakin mudah. Hal ini juga bisa menghindarkan tindakan 'penjarahan' oleh para korban.  

Sebelumnya para korban gempa bumi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluhkan tidakan aparat dari Dinas Sosial (Dinsos). Pasalnya para korban diharuskan membawa kartu keluarga (KK) saat ingin mengambil bantuan di kantor Dinsos. 

Warga mengaku hal itu sangat menyulitkan. Pasalnya KK mereka ikut hilang bersama rumah yang hancur akibat gempa. Dikutip dari kompas.id, Senin 18 Januari 2021, salah seorang korban gempa, Baharudin mengaku ia hanya memakai sarung saat mendatangi kantor Dinsos. 

Baharudin mengatakan rumah miliknya sudah hancur. Apalagi kartu keluarga, sudah pasti hilang bersama barang-barang miliknya yang lain. 

Sementara itu Sekretaris Dinsos Kabupaten Mamuju, Muzakkir mengatakan ketentuan harus menunjukkan kartu keluarga tidak mutlak. Namun Muzakkir mengakui pihaknya meminta warga mengambil bantuan secara terkoordinasi.

Muzakkir menambahkan bantuan akan diberikan secara berkelompok. Di mana tempat pengungsian atau poskonya, di situlah menurut Muzakkir pihaknya akan menyalurkan bantuan. Itulah sebabya perlu dilakukan pendataan terhadap masyarakat atau korban penerima bantuan

Dalam kondisi darurat kok masih mikir administrasi? 

Tetaplah kritis membaca berita! 

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI