Korban Fitnah Saracen Minta Abu Janda Ditangkap, Polisi Sebut Punya Informasi Tambahan
berita
Sumber Foto : wartakota.tribunnews.com
12 February 2019 19:00
Watyutink.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan pemblokiran akun Permadi Arya atau Abu Janda oleh Facebook bisa menjadi pentunjuk sekaligus tambahan informasi bagi kepolisian untuk mengungkap kasus Saracen.  Dedi menambahkan pemblokiran tersebut nantinya bisa juga dijadikan sebagai alat bukti.

Dedi menjelaskan pengungkapan kasus Saracen adalah wewenang Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Itulah sebabnya Dedi belum bisa memastikan apakah polisi akan langsung memproses informasi pemblokiran akun Abu Janda tersebut. Namun bila nantinya ada bukti yang menguatkan, Dedi menyatakan polisi pasti akan memprosesnya.

Sementara itu Sri Rahayu Ningsih, salah satu orang yang pernah disangka bagian dari Saracen meminta agar polisi segera menangka Permadi Arya alias Abu Janda. Sri merasa telah menjadi korban fitnah lantaran diduga menjadi bagian dari sindikat Saracen. Bahkan pada 18 Desember 2017 divonis 14 bulan penjara karena kasus tersebut.

Melalui akun facebooknya, Sri meminta Presiden Jokowi agar memerintahkan pihak kepolisian untuk menangkap dan memproses Abu Janda sesuai dengan hukum yang berlaku. Sri meminta keadilan ditegakkan sebagaimana dulu ia menerima hukuman karena dituduh melanggar Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Sri menambahkan saat dirinya dijatuhi hukuman, polisi hanya menggunakan screen shot sebagai barang bukti. Jika dibandingkan Abu Janda, tentu polisi lebih mudah mengusutnya. Sebab bukti pemblokiran akun Abu Janda oleh Facebook menurutnya adalah bukti yang jauh lebih kuat.

Pintu sudah terbuka, tinggal bagaimana polisi menindaklanjutinya!

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

FOLLOW US

Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)