KPK Sebut Harun Masiku Sulit Ditangkap Karena Tidak Punya Medsos
berita
Sumber Foto: iNews.id/ Riezky Maulana
21 February 2020 16:17
Watyutink.com – Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengakui pihaknya kesulitan menangkap dua buronan, yakni politisi PDIP Harun Masiku dan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman. Ali menyebut salah satu penyebab keberadaan keduanya masih belum terlacak adalah karena mereka tidak menggunakan telepon seluler atau ponsel. Keduanya juga tidak pernah main media sosial atau medsos.

Saat memberikan keterangan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (19/2/2020) Ali menyebut jika seseorang menggunakan perangkat ponsel akan lebih mudah dilacak keberadaanya. Apalagi jika buronan tersebut juga bermain medsos. Pasti akan sangat mudah dilacak dan ditangkap.

Meski demikian, Ali menegaskan KPK berkomitmen menangkap kedua terdakwa kasus korupsi itu. Pasalnya lembaga antirasuah itu bertanggung jawab menyelesaikan berkas perkara sebelum dilimpahkan ke pengadilan. Itulah sebabnya, Ali juga meminta bantuan masyarakat yang sekiranya mengetahui keberadaan Harun Masiku dan Nurhadi Abdurrachman agar segera melaporkannya ke aparat keamanan. KPK membuka pintu lebar terhadap informasi dari masyarakat.

Terkait informasi yang diberikan Direktur Lembaha Bantuan Hukum (LBH) Lokataru, Haris Azhar tentang keberadaan Nurhadi di sebuah apartemen mewah di Jakarta, Ali mengatakan penyidik KPK telah merespon dan bergerak. Bahkan pencarian tidak hanya dilakukan di satu tempat saja.

Sebelumnya, Haris Azhar mengaku mengetahui keberadaan Nurhadi di sebuah apartemen mewah di Jakarta. Haris mengaku KPK telah mengetahuinya namun tidak berani melakukan penangkapan. Pasalnya Nurhadi mendapat perlindungan yang disebutnya sebagai golden premium protection.

Sementara itu anggota Komisi III DPR RI Benny K. Harman mengaku heran dengan sulitnya KPK menangkap Harun Masiku. Menurut Benny, sulit dipercaya di zaman yang sudah modern seperti sekarang KPK kesulitan menangkap buronan. Politisi Partai Demokrat ini menduga Harun bukan bersembunyi melainkan sengaja disembunyikan.

Saat memberikan komentar di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (19/2/2020) Benny menyebut ada banyak kepentingan pada kasus Harun Masiku. Salah satunya adalah kemungkinan mendelegetimasi Pemilu. Pasalnya kasus Harun ikut melibatkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

Wah para koruptor lain bakal segera buang ponsel nih, biar nggak ketangkap KPK!

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)