KPK Kecewa Laporan TPF Justru Pojokkan Novel Baswedan
berita
Sumber Foto : antaranews.com
18 July 2019 12:15
Watyutink.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif mengaku kecewa dengan laporan hasil investigasi Tim Pencari Fakta (TPF) kasus penyiraman air keras yang dialami Novel Baswedan. Selain gagal mengungkap kasus tersebut, TPF juga dinilai justru menmojokkan Novel. Pasalnya dalam laporannya, TPF menyebut adanya excessive use of power atau penggunaan kewenangan berlebihan yang dapat memicu tindakan kekerasan kepada Novel.

Laode mengatakan pihaknya tidak memahami konteks istilah excessive use of power yang digunakan TPF. Laode menegaskan dalam melaksanakan tugasnya, penyidik KPK selalu menggunakan kewenangan yang sesuai dengan hukum acara yang berlaku. Laode yakin saat bertugas, Novel tidak menggunakan kewenangan secara berlebihan. KPK juga meminta semua pihak tidak membuat isu baru dan fokus menemukan pelaku penyerangan terhadap Novel.

Sementara itu Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK, Yudi Purnomo mengatakan temuan TPF justru membuat distrub atau mengganggu upaya pemberantasan korupsi. Bukannya mengungkap kasus penyerangan Novel, TPF menurut Yudi justru mengembangkan motif terjadinya kekerasan terhadap Novel. Yudi menyebut hasil kerja TPF jauh panggang dari api.

Sebelumnya, juru bicara TPF Nurcholis mengatakan pihaknya menduga kasus tersebut terkait dengan beberapa kasus high profile yang ditangani Novel. Nurcholis menjelaskan setidaknya ada enam kasus high profile, yakni kasus Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau E-KTP, kasus korupsi mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar, kasus korupsi sekjen Mahkamah Agung, kasus korupsi di Kabupaten Buol, dan kasus korupsi proyek Wisma Atlet.

Selain itu TPF menduga terjadi penggunaan kewenangan berlebihan dalam penanganan kasus high profile. Nurcholis menambakan hal itu berpotensi memicu terjadi serangan balik atau balas dendam.

Enam bulan kerja hasilnya kok justru menyalahkan korban, jadi selama ini ngapain apa pak?

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Karyono Wibowo

Pengamat Politik. Peneliti di Indo Survey & Strategy. Peneliti Senior Indonesian Public Institute (IPI)

Jerry Massie, Dr., M.A., Ph.D.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies

FOLLOW US

Ekonomi 2020 Tak Janjikan Lebih Baik             Pertumbuhan 5,3 Persen Sulit Dicapai             Kapan Merdeka dari KUHP Peninggalan Belanda?             Bangsa Parasit             Tinjau Kembali Politik Pangan             Semantik Munafik Lunatik Kembali Otentik              Indonesia Kehilangan Arah dan Tujuan             74 Tahun RI: Kedaulatan Sebagai Slogan Politik              Perlu Mekanisme Seleksi Khusus             Ketahanan Pangan Indonesia Masih Rapuh