KPK Dalami Dugaan Uang Korupsi Nurdin Abdullah Mengalir ke Partai Pendukung
berita
Sumber Foto : ANTARA/ Dhemas Reviyanto
02 March 2021 16:35
Watyutink.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengatakan pihaknya tengah mendalami dugaan uang hasil korupsi Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah mengalir ke partai pendukungnya.

Saat Pilkada Sulsel 2018 lalu, Nurdin yang berpasangan dengan Andi Sudirman Sulaiman didukung oleh PDIP, PKS, dan PAN. Nurdin diketahui adalah kader PDIP.

Namun pria yang biasa dipanggil Alex ini menyatakan hal itu baru sebatas dugaan yang perlu pendalaman. Pasalnya hingga saat ini penyidik belum menelusuri lebih lanjut ke mana uang hasil suap proyek infrastruktur itu mengalir. 

Saat memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa 2 Maret 2021 Alex menuturkan saat ditetapkan sebagai tersangka, Nurdin diketahui  menerima suap sebesar Rp2 miliar dan gratifikasi senilai Rp3,4 miliar. Namun penyidik KPK belum merinci lebih dalam terkait penerimaan suap dan gratifikasi tersebut.

Menurutnya tugas penyidik adalah mendalami penggunaan uang suap itu. Pasalnya saat Pilkada, biaya kampanye yang dikeluarkan kubi Nurdin sangat besar. Mantan Bupati Bantaeng itu mendapat sponsor dari pengusaha lokal setempat. 

Alex menambahkan, tim penyidik akan mendalami sumber dan aliran uang tersebut. Termasuk dugaan uang suap tersebut digunakan Nurdin untuk membayar utang guna kepentingan kampanye pilkada kepada pihak swasta. Bisa jadi pembayaran utang dilakukan dengan cara memberikan kontrak proyek kepada rekanan mendukungnya atau tim kampanye yang bersangkutan. 

Alex meyakini tim penyidik akan mampu menemukan bukti soal sumber dan aliran uang yang diterima Nurdin. Nantinya tim penyidik akan memberikan bukti tersebut kepada tim jaksa penuntut umum (JPU) guna kepentingan proses persidangan.

Seperti diberitakan, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan suap proyek infrastruktur. Selain itu KPK juga menetapkan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel Edy Rahmat dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba Agung Sucipto.

Dalam kasus ini, Nurdin diduga menerima uang Rp5,4 miliar dari beberapa kontraktor proyek.

Masak sih partai pendukung nggak kecipratan! 

Tetaplah kritis membaca berita! 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI