Jadi Tahanan KPK, Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin Terancam Hukuman 5 Tahun
berita
Aziz Syamsudin saat digiring menuju mobil tahanan. Sumber Foto : iNews.id/Raka Dwi Novianto
25 September 2021 08:35
Watyutink.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menjemput paksa Aziz Syamsuddin. Pasalnya Wakil Ketua DPR itu mangkir saat dipanggil pada Jumat 24 September 2021. Aziz dipanggil guna diperiksa terkait kasus kasus dugaan suap pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Kabupaten Lampung Tengah tahun 2017.

Setelah menjalani pemeriksaan intensif, pada Sabtu 25 September 2021 dini hari, Aziz ditetapkan sebagai tersangka. Saat Ketua KPK Firli Bahuri memberikan konferensi pers, Aziz dihadirkan dalam kondisi tangan terborgol dan mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK. Selanjutnya Aziz digiring menuju ruang tahanan KPK.

Dalam keterangannya, Sabtu 25 September 2021, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan pihaknya telah memeriska setidaknya 20 saksi dan dikuatkan dengan beberapa alat bukti. Hasilnya, penyidik menetapkan Aziz sebagai tersangka. Firli menambahkan, Aziz akan menjalani penahanan untuk 20 hari pertama, sejak 24 September hingga 13 Oktober 2021. Sebelumnya Aziz akan menjalani masa isolasi mandiri sebagai antisipasi penularan Covid-19.

Firli menjelaskan, KPK menduga Azis telah memberikan suap kepada mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan pengacara Maskur Husain sebesar Rp3,1 miliar. Suap itu sebagai komitmen awal dari total uang suap sebesar Rp4 miliar. Kuat dugaan uang suap itu diberikan agar kasus yang menjerat Aziz dan Aliza Gunardo di Lampung Tengah tidak dilanjutkan.

Aliza Gunardo diketahui adalah mantan Wakil Ketua Umum (Waketum) PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG). Aliza juga rekan Aziz sesama politisi Partai Golkar.

Dalam kasus tersebut, Azis diduga melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)

Pasal 5 UU Tipikor mengancam Aziz dengan hukuman paling lama 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp250 juta. Sedangkan Pasal 13 UU Tipikor memberikan ancaman hukuman penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp150 juta.

Untuk seorang Wakil Ketua DPR seharusnya hukumannya lebih berat!

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF