Iuran BPJS dan tarif Listrik Naik, KPK Dilemahkan, Wasekjen Gerindra Sindir Pendukung Jokowi
berita
Sumber Foto : politik.rmol.id
16 September 2019 16:15
Watyutink.com – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerindra, Andre Rosiade menyindir para pendukung Jokowi pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019 lalu. Andre menyebut pihak-pihak yang saat ini menyuarakan penolakan terhadap Revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) adalah orang yang dulu mendukung Jokowi.

Dalam unggahan di akun twitternya @andre_rosiade, ia menuliskan sekarang mereka baru menyesal. Padahal saat masa kampanye Pilpres 2019, Calon Presiden yang diusung Partai Gerindra, Prabowo Subianto menurut Andre lebih kongkret berbicara tentang pemberantasan korupsi. Andre menyebut penyelesaian kasus Novel Baswedan sebagai salah satu contohnya.  

Selain tentang rencana revisi UU KPK, dalam cuitan yang diunggah pada Minggu (15/9/2019), Andre juga menyentil rencana kenaikan iuran peserta Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan tarif listrik. Mantan juru bicara pasangan calon nomor urut 02 ini menyebut berbagai rencana kebijakan tersebut bakal berdampak pada kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia. Andre pun meminta semua pihak lebih berhati-hati dan mengambil pelajaran agar tidak salah pilih dalam Pemilu.

Cutian tersebut mendapat tanggapan beragam dari warganet. Kebanyakan menanggapinya dengan menyebut jika Prabowo yang menjadi presiden mungkin kondisinya akan berbeda. Namun banyak pula yang memberikan pembelaan terhadap Jokowi. Mereka menyebut Jokowi menang karena memang dipilih oleh rakyat.

Hingga Senin (16/9/2019) unggahan tersebut sudah disukai atau like sebanyak 3000 orang. Sedang 724 pembaca me-retweets atau mengirim ulang unggahan tersebut.

Sudahlah, kan Pemilu sudah usai. Lagian Prabowo juga sudah merapat ke Jokowi!

Tetaplah kritis membaca berita!

(cp)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Lana Soelistianingsih, Dr., S.E., M.A.

Ekonom Universitas Indonesia, Kepala Riset/ Ekonom Samuel Aset Manajemen

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Pajak lebih Besar untuk Investasi Tidak Produktif             Semua Program Pengentasan Kesenjangan Harus dikaji Ulang             Perkuat Investasi, Industri dan Ikatan Kewilayahan di ASEAN             Perubahan Nomenklatur Tak Efektif dalam Jangka Pendek             Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi