Indonesia Ekstradisikan Dua Buron Kasus Narkoba ke Korsel
berita
Sumber Foto : dokumen kemenkumham
08 November 2019 16:50
Watyutink.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mengekstradisi dua Warga Negara Asing yang menjadi buronan kasus narkoba di Korea Selatan (Korsel).

Tudiono, Direktur Otoritas Pusat Hukum Internasional Ditjen AHU Kemenkumham mengatakan ekstradisi itu merupakan permintaan langsung dari pemerintah Korsel, yang diajukan berdasarkan Perjanjian Ekstradisi antara Republik Indonesia dan Republik Korsel.

Lebih lanjut, Tudiono mengatakan dua WNA yang dideportasi ke Korsel berinisial AG asal Malaysia dan LTK asal Filipina, diekstradisi ke Korsel lewat Bandara I Ngurah Rai, Bali, Kamis (07/11/2019).

Tudiono mengatakan kedua WNA ini disangka melakukan tindak pidana, yakni membawa masuk sabu. Narkotika golongan I jenis metamfetamina (methamphetamine) yang dibawa masuk ke Korsel itu seberat 2.050,46 gram ke dalam wilayah Korsel.

Tindakan tersebut melanggar Pasal 58 Undang-Undang Republik Korsel tentang Pengendalian Narkotika dan Pasal 11 Undang-Undang Republik Korsel tentang Hukum Tambahan mengenai Kejahatan Spesifik (Psikotropika).

Keduanya, ditangkap di wilayah Indonesia oleh Kepolisian RI merujuk Red Notice Interpol atas permintaan Kepolisian Republik Korea.

Terkait proses ekstradisi dilakukan berdasarkan Kepres Nomor 21 Tahun 2019 tanggal 26 Juli 2019 dan Kepres Nomor 19 Tahun 2019 tanggal 26 Juli 2019 yang mengabulkan permintaan ekstradisi terhadap AG dan LTK.

Tudiono juga berkata ekstradisi ditindaklanjuti melalui rapat koordinasi antar kementerian dan lembaga pada hari Rabu, 25 September 2019.

Berdasarkan hasil rapat itu Indonesia sepakat menyerahkan AG dan LTK pada 07 November 2019 di Kejaksaan Tinggi Bali sekitar pukul 15.00 WITA.

Tudiono juga menyampaikan pelaksanaan ekstradisi dihadiri dan disaksikan oleh perwakilan kementerian dan lembaga terkait penanganan ekstradisi AG dan LTK di Indonesia, di antaranya Wakil Kejaksaan Tinggi Bali Didik Farkhan Alisyahdi dan perwakilan Pemerintah Korsel.

Halo bagaimana kabar buron Indonesia yang berkeliaran di luar negeri?

Tetaplah kritis membaca berita! (nov)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Defiyan Cori, Dr.

Ekonom Konstitusi

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

FOLLOW US

Figur Menjadi Penting untuk Melaksanakan Dua Peran BUMN             Restrukturisasi, Reorganisasi untuk Efisiensi dan Efektivitas BUMN             Kembalikan Proses Pemilihan Pejabat BUMN kepada Spirit Reformasi             Tidak Pada Tempatnya Meragukan Data BPS             Harus Disadari, Ada Akar Masalah yang Tidak Diselesaikan             Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah