IAC Minta Kimia Farma dan Indofarma Turunkan Harga Obat untuk HIV/AIDS
berita
Sumber Foto : antaranews.com
11 January 2019 14:15
Watyutink.com -  Direktur Eksekutif LSM Indonesia AIDS Coalition (IAC), Aditya Wardhana meminta Kimia Farma dan Indofarma Global Medika mengikuti lelang terbatas obat Antiretroviral Fixed Dose Combination jenis Tenofovir, Lamivudin, Efavirens (ARV FDC TLE). Aditya menjelaskan obat tersebut adalah obat untuk penderita HIV/AIDS. Aditya menambahkan jika kedua BUMN farmasi itu mengikuti lelang terbatas, maka diharapkan harga obat-obatan tersebut bisa lebih murah.

Aditya menjelaskan usulan serupa pernah disampaikan pada 2018. Namun gagal dilaksanakan lantaran tidak menemukan kesepakatan tentang harga dengan kementerian kesehatan. Selama ini, menurut Aditya  kedua perusahaan BUMN ini mendapatkan keuntungan besar dari penjualan obat ARV TLE ini.

Namun tingginya keuntungan yang diperoleh Kimia Farma menurut Aditya justru menyebabkan pemborosan uang negara sebesar Rp210 milliar per tahun.  Jika harga bisa ditekan, maka negara bisa melakukan efisiensi. Selain itujumlah pasien Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang tertangani bisa meningkat sebanyak 150 ribu hingga 200 ribu orang.

Aditya juga mendorong pabrikan lain untuk ikut terlibat dalam proses pengadaan obat ARV TLE ini. Sehingga tercipta iklim kompetisi sehat dan tidak dimonopoli oleh satu atau dua pabrikan saja.

Ini menyangkut nasib warga negara yang sedang sakit, harus diberikan perhatian khusus!

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Imam Ghozali

Dosen STAIN Bengkalis

FOLLOW US

Konglomerasi Media dan Pilpres             Kuatnya Arus Golput: Intropeksi Bagi Parpol             Golput Bagian dari Dinamika Politik             Parpol ke Arah Oligharkhis atau Perubahan?             Melawan Pembajak Demokrasi             Pilih Saja Dildo             Golput dan Migrasi Politik             Golput Bukan Pilihan Terbaik             Golput dan Ancaman Demokrasi             Edy Rahmayadi Cuma Puncak Gunung Es Rusaknya Tata Kelola Sepakbola